Prediksi Kakorlantas Volume Kendaraan Bakal Naik 12,2 Persen saat Libur Nataru
Jenderal bintang dua ini belum bisa memastikan, apakah nantinya akan dilakukan sistem one way atau contra flow. Nantinya, hal itu akan dilihat pada situasi.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi, bakal ada peningkatan 12,2 persen kendaraan pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hal ini disampaikan dalam rapat bersama dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/11).
"Kami laporkan proyeksi volume lalin keluar Nataru, proyeksinya 2,915.318 kendaraan. Kalau prediksi Nataru hanya ada peningkatan 12,2 persen (255,669 kendaraan) terhadap normal. Naik 0,9 persen (26,328) terhadap 2024," kata Agus.
Meski begitu, jenderal bintang dua ini belum bisa memastikan, apakah nantinya akan dilakukan sistem one way atau contra flow. Nantinya, hal itu akan dilihat pada situasi dan kondisi yang ada.
"Kalau ketupat bisa sampai 90 persen. Artinya prediksi total traffic accounting yang ada di tol yang ada di jalan arteri itu seperti VN+2 persen. Jadi masih bisa kita kendalikan, apakah nanti parameternya harus contra flow atau one way tentunya nanti command center di KM 29 akan menilai kondisi pada saat itu," ungkapnya.
"Jadi prediksinya boleh, tapi kondisi pada saat itu kalau harus dilakukan one way kami lakukan one way. Karena kami standby di command center itu," sambungnya.
Pemberlakuan One Way
Eks Wakapolda Jawa Tengah ini memastikan, para direktur lalu lintas sudah menguasai wilayahnya masing-masing. Sehingga, nantinya bisa menentukan apakah akan dilakukan one way atau tidak.
"Termasuk juga wilayah mungkin Gadog akan terjadi one way kali arus Mengkreng di Jawa Timur, Batu di Malang termasuk yang Canggu di Bali itu para direktur lalu lintas sudah sangat menguasai. Jadi kapan kebangkitan harus dan kapan cara bertindak itu harus dilakukan," paparnya.
Ratusan Ribu Kendaraan Mengarah ke Trans Jawa
Agus menyebut, ada 960.000 kendaraan yang mengarah ke trans Jawa dan 888.000 kendaraan mengarah ke Cikupa-Merak.
"Jadi, dari 2.915.000 yang mengarah ke Cikupa-Merak itu adalah 888.000, yang mengarah ke Trans Jawa, itu 960.000 yang mengarah ke Bandung 672.000 termasuk yang ke Ciawi. Cikupa cikampek itu 1.363 juta," sebutnya.
"Traffic accounting ini sangat menentukan kondisi arus lalu lintas di jalan tol termasuk beban di arteri, ketika nanti kita lakukan one way antar tol dan arteri harus seimbang. Sehingga cara bertindaknya harus ada perhitungan dengan parameternya," pungkasnya.