Kakorlantas Cek Kesiapan Tol Prambanan Hadapi Arus Mudik dan Balik Nataru 2025-2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memastikan kesiapan Tol Prambanan untuk Kesiapan Nataru 2025-2026, antisipasi jutaan kendaraan yang akan melintas.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho baru-baru ini melakukan inspeksi langsung ke exit Tol Prambanan, DI Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh infrastruktur siap menghadapi lonjakan arus kendaraan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Evaluasi mendalam dilakukan untuk mengantisipasi potensi kendala yang mungkin muncul.
Pengecekan ini merupakan bagian dari persiapan Operasi Lilin 2025 yang akan berlangsung dari 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Irjen Agus Suryonugroho menyoroti pentingnya kesiapan jalur dan rest area, belajar dari pengalaman Nataru sebelumnya. Hal ini untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.
Prediksi pergerakan arus kendaraan secara nasional diperkirakan mencapai 2,9 juta kendaraan menuju Sumatera hingga Trans Jawa. Sementara itu, arus balik diperkirakan mencapai 2,8 juta kendaraan hingga 4 Januari 2026. Kesiapan ini menjadi krusial mengingat tingginya volume lalu lintas yang diproyeksikan.
Kesiapan Jalur dan Antisipasi Arus Kendaraan
Kakorlantas Agus Suryonugroho menegaskan pentingnya evaluasi Nataru sebelumnya untuk persiapan kali ini. "Saya menyusuri tol, berarti persoalan-persoalan di jalan tol berkaitan dengan jalur, baik berkaitan dengan rest area. Ini tentunya kita mengevaluasi Nataru yang lalu. Operasi Lilin 2025 masih jauh, tetapi skenario pengamanan itu sudah direncanakan dengan baik," katanya.
Prediksi pergerakan arus kendaraan secara nasional mencapai 2,9 juta kendaraan, menuju Sumatera hingga Trans Jawa. Arus balik diperkirakan 2,8 juta kendaraan hingga 4 Januari 2026. Perbedaan angka ini dinilai wajar, karena tidak semua pemudik kembali dalam periode Operasi Lilin yang akan berakhir pada 2 Januari 2026.
Rekayasa Lalu Lintas di Prambanan dan Kolaborasi Wilayah
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan di sisi Prambanan menuju Yogyakarta, Dirlantas setempat telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Kolaborasi lintas wilayah juga dilakukan untuk mengatur pertemuan arus kendaraan. Ini penting untuk mencegah penumpukan di titik rawan.
Irjen Agus menjelaskan solusi untuk pertemuan arus di Prambanan. "Termasuk juga masalah pertemuan antara Prambanan yang akan masuk ke Yogyakarta, ini sudah ada solusi nanti akan dibuang ke sebelah selatan, akan dibuang ke utara sehingga di Bogem itu tidak terjadi penumpukan. Para Kasat Lantas akan kolaborasi sehingga penumpukan pertemuan arus itu nanti bisa dikelola,” ujarnya.
Operasi Lilin 2025 akan diselenggarakan Korlantas Polri mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Periode ini menjadi fokus utama pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Semua persiapan diarahkan untuk kelancaran selama periode tersebut.
Imbauan Keselamatan dan Dukungan Stakeholder
Masyarakat diimbau untuk mengutamakan keselamatan saat melakukan perjalanan mudik atau wisata ke Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya. Perjalanan yang aman dan menyenangkan adalah harapan utama. Kesadaran berlalu lintas menjadi kunci.
"Semoga masyarakat dengan riang gembira bisa merayakan Natal yang merayakan, bisa riang gembira di perjalanan aman, baik itu ke pulau wisata, pulang ke rumahnya, semuanya aman dan tenteram,” ucap Irjen Agus. Ini menegaskan komitmen Polri terhadap kenyamanan pemudik.
Kegiatan pengecekan ini dihadiri oleh Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol. Prianto, Plt Dirut PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, Dirlantas Polda DIY Kombes Pol. Yuswanto Ardi, serta PJU Korlantas Polri dan stakeholder lainnya. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan sinergi dalam persiapan Nataru.
Sumber: AntaraNews