Prabowo Tunjuk Zulhas Pimpin Percepatan Swasembada Pangan, Komisi IV Mendukung Penuh
Yohan yakin penunjukan ini akan memperkuat pelaksanaan program prioritas Kabinet Merah Putih
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, menyambut baik keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air.
Yohan yakin penunjukan ini akan memperkuat pelaksanaan program prioritas Kabinet Merah Putih, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, energi, dan air. Langkah tersebut diharapkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
"Sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR kami menyambut baik ditunjuknya Menko Pangan Pak Zulhas oleh Presiden Prabowo sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan Energi dan Air," katanya dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Ia menilai, Zulhas yang dikenal komunikatif dan mampu diterima berbagai kalangan akan membantu memastikan program kedaulatan pangan, energi, dan air berjalan lebih optimal.
"Tentu, dengan penunjukan tersebut kami yakin pelaksanaan program-program pembangunan, khususnya terkait terwujudnya kedaulatan dan ketahanan di sektor pangan, energi, dan air, bisa berjalan lebih baik. Kami mendukung penuh Pak Zulhas untuk menjalankan tugas tersebut demi negara dan rakyat,” katanya.
Komisi IV Siap Kawal Program Strategis
Lebih lanjut, Yohan menegaskan pentingnya mengawal program strategis di era Presiden Prabowo, seperti pembangunan kawasan lumbung pangan baru. Menurutnya, langkah tersebut krusial demi kesejahteraan masyarakat.
"Komisi IV tentu akan mendukung sepenuhnya agar program-program tersebut bisa berhasil demi kesejahteraan masyarakat. Semangat Presiden Prabowo dalam hal kedaulatan dan ketahanan pangan serta energi sangat penting bagi masa depan Negara, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," tegasnya.
Prabowo Tunjuk Zulhas
Sebelumnya, Presiden Prabowo menunjuk Zulhas untuk mempercepat pencapaian kedaulatan Indonesia di tiga sektor strategis: pangan, energi, dan air. Penunjukan ini ditegaskan dalam Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2025.
Zulhas menjelaskan, Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air melibatkan 27 kementerian/lembaga, mulai dari Kementerian ATR, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian PUPR, hingga Kementerian Pertanian. Tugas utama tim ini adalah mengoordinasikan setiap kementerian agar tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menentukan kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Inpres itu, satu kita diminta untuk mempercepat menuju kedaulatan, terutama pangan, energi, dan air. Ini kedaulatan bangsa sebetulnya, yaitu tiga pilar. Pangan, energi, dan air," jelas Zulhas usai rapat koordinasi di kantornya, Rabu (20/8/2025).
Fokus pada Lumbung Pangan Baru
Presiden Prabowo juga memberi arahan agar Zulhas segera menentukan kawasan prioritas lumbung pangan baru. Beberapa daerah yang masuk dalam perencanaan antara lain Merauke, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
"Saya diminta untuk mengkoordinasikan ini. Kemudian ini lagi satu kebijakan, karena ada kaitan dengan anggaran juga tahun 2026. Kalau jadi programnya nanti anggaran nggak masuk, nah problem kita biasanya di kementerian itu kan koordinasinya," ungkap Zulhas.
Ia menegaskan, hasil dari program ini harus nyata, yakni terwujudnya kedaulatan dan ketahanan pangan, energi, dan air di Indonesia. "Pangan itu dalam artian luas ya, bukan cuma padi dan jagung. Tapi pangan itu kan ada ikan, ada garam, ada sapi, susu, minyak goreng, dan sebagainya," tandasnya.