Prabowo Kumpulkan Para Rektor, Pesan soal Riset dan Jaga Integritas
Menurut dia, Prabowo meyakini bahwa penguasaan sains dan teknologi akan membuat Indonesia makmur.
Presiden Prabowo Subianto meminta rektor perguruan tinggi negeri dan swasta meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan kepada mahasiswa. Prabowo mendorong perguruan tinggi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) terbaik yang menciptakan terobosan teknologi untuk kemajuan ekonomi Indonesia.
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologo Brian Yuliarto usai mendampingi Prabowo dalam pertemuan bersama para rektor perguruan tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (13/3). Total ada 184 rektor perguruan tinggi yang dikumpulkan Prabowo.
"Para Rektor diminta untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan. Pak Presiden tadi meminta mari kita berikan yang terbaik SDM-SDM yang terbaik dihasilkan dari perguruan tinggi, riset-riset terobosan teknologi, untuk menghasilkan produk-produk teknologi bagi pasar Indonesia yang sangat besar, bagi kebangkitan ekonomi dan industri di Indonesia," kata Brian kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (13/3) malam.
Menurut dia, Prabowo meyakini bahwa penguasaan sains dan teknologi akan membuat Indonesia makmur. Prabowo juga menekankan bahwa integritas tinggi dan budaya anti korupsi harus terus diingatkan kepada para generasi muda.
"Tadi juga disampaikan bagaimana prospek Indonesia yang sangat cerah ke depan ini perlu didukung oleh sektor pengembangan IPTEK dengan tidak lupa integritas untuk dijaga. Integritas yang tinggi, jadi budaya anti korupsi itu harus terus diingatkan kepada generasi masa depan bangsa Indonesia," jelas Brian.
Ada Sesi Tanya Jawab
Brian mengatakan Prabowo menyampaikan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menjadi motor penggerak industri-industri strategis di Indonesia. Nantinya, perguruan tinggi akan menjadi tulang punggung riset dan inovasi.
“Di situ peran perguruan tinggi akan menjadi tulang punggung riset, inovasi serta penyiapan-penyiapan SDM untuk mengisi gerakan atau program-program industri yang akan bergerak dengan cepat di masa depan," tutur dia.
Selain itu, Prabowo meminta para rektor terus menghasilkan produk-produk unggulan yang menjadikan Indonesia memiliki kemandirian. Mulai dari, kemandirian pangan, kesehatan, kemandirian energi, air, hilirisasi hingga mineral.
Dalam pertemuan ini, Prabowo sempat berdiskusi dan melakukan sesi tanya jawab dengan para rektor perguruan tinggi. Hal yang didiskusikan yakni, kondisi Indonesia dan global, posisi strategis dan potensi Indonesia menjadi negara maju.
"Kita berharap juga para Rektor kembali ke kampus masing-masing, pimpinan perguruan tinggi kembali ke kampus masing-masing, memiliki tugas mulia tadi menghasilkan SDM-SDM unggul, melakukan riset dan inovasi secara lebih bersemangat, sehingga harapan kita semua Indonesia Maju ini bisa ditopang dengan riset, inovasi, dan SDM-SDM yang mumpuni," pungkas Brian.
Bahas Demo Indonesia Gelap?
Menteri Brian Yuliarto mengatakan, tak ada pembahasan soal demo mahasiswa maupun 'Indonesia Gelap' saat Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan rektor.
"Oh tidak, tadi kita tidak membahas hal seperti itu (demo mahasiswa). Tidak disampaikan (soal Indonesia Gelap), jadi tadi tidak dibahas secara khusus," kata Brian.
Dia mengungkapkan Prabowo banyak berdiskusi dengan para rektor terkait kondisi Indonesia dan global serta potensi Indonesia menjadi negara maju.
Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menyampaikan Prabowo tak menyinggung secara eksplisit soal demo 'Indonesia Gelap' oleh mahasiwa. Namun, kata dia, Prabowo mengetahui adanya gerakan tersebut.
"Ya, tidak menyinggung secara eksplisit tidak ada. Jadi beliau cuma menyampaikan bahwa ya emang ada orang yang mengatakan bahwa ini Indonesia Gelap dan sebagainya. Beliau tahu ada gerakan itu,” ujar Arif.
Dia menuturkan Prabowo memberikan optimisme kepada para para rektor bahwa situasi di Indonesia lebih baik dibandingkan Amerika Serikat dan Jepang. Terlebih, Jepang saat ini mengalami penurunan harga beras.
"Beliau menyampaikan bahwa ya kita harus optimis untuk mengatasi perbaikan persoalan di Indonesia. Bahwa sebenarnya Indonesia itu situasinya lebih baik daripada situasi yang ada di Amerika, situasi yang ada di Jepang," tuturnya.
"Karena Jepang sendiri sekarang kan sudah mengalami penurunan beras ya. Untuk pangan saja sekarang sudah mulai repot. Jadi kita ini bersyukur berada di Indonesia karena dengan berbagai kekayaan yang ada," sambung Arif.
Menurut dia, Prabowo terbuka terhadap kritik dan masukan-masukan terkait kebijakan pemerintah. Sehingga, tak mempengaruhi kritik mahasiswa dan kampus terhadap Prabowo maupun pemerintah.
"Kalau tadi saya melihat beliau sih, beliau terbuka ya terhadap kritik. Termasuk masukan-masukan yang saya sampaikan beliau sangat open sekali," pungkas Arif.