Prabowo Bantah Ekonomi Indonesia Gelap, Sebut Investasi Lampaui Ekspektasi

Kepala Negara menyebut anggapan bahwa Indonesia gelap sebagai upaya untuk menurunkan semangat bangsa yang sama sekali tidak berdasar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Prabowo Bantah Ekonomi Indonesia Gelap, Sebut Investasi Lampaui Ekspektasi
Prabowo Bantah Ekonomi Indonesia Gelap, Sebut Investasi Lampaui Ekspektasi (Merdeka.com)

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa proses pembangunan nasional saat ini berada di jalur yang benar. Oleh karena itu, Prabowo membantah keras 'ekonomi RI gelap', karena capaian investasi yang melampaui ekspektasi.

Pernyataan itu dikemukakan dalam pidatonya pada acara penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu malam. Ini sekaligus untuk menepis narasi pesimistis seolah-olah Indonesia dalam keadaan gelap dan mengalami kegagalan ekonomi.

"Saya diberi laporan oleh Menteri Investasi, investasi Indonesia bulan ini sudah mencapai target. APBN 2025 kita sudah mencapai target bulan Agustus ini, 4 bulan sebelum akhir tahun sudah mencapai," katanya dikutip dari Antara.

Dilansir dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/4), melaporkan realisasi investasi hingga triwulan pertama 2025 mencapai Rp465,2 triliun atau 24,4 persen dari total target investasi tahun ini sebesar Rp1.905,6 triliun.

Kepala Negara menyebut anggapan bahwa Indonesia gelap sebagai upaya untuk menurunkan semangat bangsa yang sama sekali tidak berdasar.

Selain itu, kata Presiden, laporan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka pengangguran dan tingkat kemiskinan absolut di Indonesia mengalami penurunan.

BPS mencatat angka kemiskinan absolut di Indonesia per September 2024 sebesar 8,57 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Agustus 2023 adalah 5.32 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyoroti kemajuan pembentukan Daya anagatha Nusantara atau Danantara.

Dia menyebut Danantara sebagai simbol energi masa depan bangsa dan instrumen untuk menjaga serta mengelola kekayaan generasi penerus Indonesia.

Saat ini, menurut Presiden, Danantara telah mengelola aset senilai lebih dari USD 1.000 miliar.

"Danantara adalah energi masa depan bangsa Indonesia. Danantara adalah menjaga dan mengelola kekayaan anak-anak dan cucu-cucu, generasi penerus kita," katanya.

Rekomendasi