PP ASKI Bidik Dobel Wakil ke Kejuaraan Dunia Lewat Kejurnas ASKI-JKA ke-IX
Pengurus Pusat ASKI menargetkan peningkatan jumlah atlet yang akan berlaga di kejuaraan dunia melalui ajang Kejurnas ASKI-JKA ke-IX, sekaligus menjadi momentum penting pembinaan karate nasional.
Pengurus Pusat Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (PP ASKI) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate ASKI-JKA ke-IX di Jakarta. Acara ini berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, pada Sabtu, 18 April. Kejurnas ini menjadi pijakan strategis untuk melipatgandakan jumlah atlet yang akan menembus kejuaraan dunia.
Ajang bergengsi ini digelar bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-54 ASKI, menandai titik awal pembinaan menuju level internasional. Ketua Umum PP ASKI, Saipullah Nasution, menyatakan target peningkatan wakil ke kejuaraan dunia. Jika sebelumnya empat atlet dikirim, kini diharapkan lebih dari delapan atlet dapat mencapai level tersebut.
Kejurnas ini diikuti oleh perwakilan dari 23 provinsi di seluruh Indonesia, menunjukkan luasnya pembinaan karate berbasis perguruan yang dilakukan ASKI. Berbagai kategori dipertandingkan, mulai dari kelompok usia anak-anak, kadet, junior, hingga senior, mencakup nomor kata dan kumite.
Target Ambisius ASKI di Kancah Dunia
ASKI, sebagai perguruan karate yang berafiliasi langsung dengan Japan Karate Association (JKA), berfokus pada pengembangan aliran Shotokan. Keterhubungan ini membuka jalur kompetitif signifikan bagi atlet Indonesia untuk tampil di panggung dunia. Target peningkatan jumlah atlet menjadi prioritas utama.
Saipullah Nasution menegaskan bahwa Kejurnas ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga seleksi ketat. Dewan juri memantau performa atlet secara menyeluruh untuk memastikan kualitas terbaik. Hasil dari Kejurnas akan menjadi dasar pemanggilan atlet ke tahap pembinaan lanjutan.
Atlet-atlet yang memenuhi kualifikasi, baik di level junior maupun senior, akan dipersiapkan secara intensif. Mereka akan mewakili Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional. Ini menunjukkan komitmen ASKI dalam mencetak karateka berprestasi.
Peran Kejurnas dalam Pembinaan Nasional
Kejurnas ASKI-JKA ke-IX membuktikan semakin luasnya pembinaan karate berbasis perguruan di Indonesia. Partisipasi dari 23 provinsi menunjukkan antusiasme dan potensi besar karateka muda. Ajang ini menjadi barometer penting bagi perkembangan olahraga karate.
Selain sebagai kompetisi atlet, Kejurnas juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas wasit dan juri. Hal ini penting untuk menjaga standar pertandingan tetap tinggi dan profesional. Peningkatan kualitas wasit dan juri mendukung integritas setiap laga.
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Salmon Alfred Situmeang, menekankan pentingnya Kejurnas ASKI. Menurutnya, ajang ini merupakan bagian integral dari rantai pembinaan karate nasional. Ini membuka peluang bagi atlet ASKI untuk masuk tim nasional.
Peluang Atlet ASKI Menuju Tim Nasional
Salmon Alfred Situmeang berharap ada dua hingga tiga atlet dari ASKI yang bisa terpilih memperkuat tim Indonesia. Mereka berpotensi tampil pada Kejuaraan Karate Asia (AKF) di Bali yang akan diselenggarakan pada 19-21 Juni 2026. Kesempatan ini cukup terbuka lebar melalui sistem pembinaan berjenjang.
Proses pencarian bakat atau talent scouting telah disiapkan sejak awal dengan melibatkan dewan guru dari masing-masing perguruan. Penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil akhir pertandingan. Parameter teknis yang telah ditetapkan juga menjadi pertimbangan utama.
Atlet-atlet terbaik dari berbagai kejuaraan akan dikumpulkan dan diseleksi kembali secara ketat. Dari proses ini, tim terbaik akan dibentuk untuk mewakili Indonesia di kancah internasional. Ini menjamin representasi terbaik dari potensi karateka nasional.
Sumber: AntaraNews