Polres Muba Terapkan Nuansa Islami dalam Pelayanan Publik Selama Ramadan 2026
Polres Musi Banyuasin (Muba) menghadirkan nuansa Islami dalam pelayanan publik selama Ramadan 2026, dengan personel mengenakan peci dan kerudung, bertujuan mendekatkan diri pada masyarakat dan meningkatkan spiritualitas.
Polres Musi Banyuasin (Muba) mengimplementasikan kebijakan unik selama bulan suci Ramadan 2026 dengan menerapkan nuansa Islami dalam setiap aspek pelayanan publik. Inisiatif ini melibatkan penggunaan atribut religius oleh seluruh personel yang bertugas di berbagai lini pelayanan.
Kapolres Muba, AKBP Ruri Prastowo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih sejuk dan penuh makna spiritual. Hal ini juga menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai religius serta pendekatan humanis kepada masyarakat.
Penggunaan peci bagi anggota laki-laki dan kerudung bagi personel perempuan saat melayani warga diharapkan dapat mengingatkan anggota untuk senantiasa menjaga sikap, etika, dan meningkatkan kualitas ibadah di tengah tugas.
Peningkatan Pelayanan dengan Atribut Religius
AKBP Ruri Prastowo menegaskan bahwa penggunaan atribut religius ini bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pengingat penting. Ini mendorong personel untuk selalu menjaga etika dan meningkatkan ibadah mereka di tengah tugas pelayanan.
Lebih lanjut, inisiatif ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat Musi Banyuasin yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai kesopanan. Pendekatan budaya lokal ini diharapkan mampu menciptakan kedekatan emosional antara polisi dan warga.
“Kami ingin Ramadan ini terasa berbeda, bukan hanya bagi anggota, tetapi juga masyarakat yang datang,” ujar Kapolres. Ia menambahkan bahwa program Ramadan yang diciptakannya ini juga agar Polri semakin dekat dengan masyarakat.
Optimalisasi Layanan dan Kegiatan Sosial Polres Muba
Meskipun menghadirkan nuansa religius, Kapolres Ruri Prastowo memastikan bahwa seluruh layanan kepolisian tetap berjalan optimal. Layanan mulai dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pembuatan SKCK, pelayanan SIM, proses penyidikan, hingga layanan Samsat tetap beroperasi normal.
Kapolres menekankan kepada seluruh personel untuk menghadirkan pelayanan yang ramah, cepat, dan penuh keikhlasan. “Kami tekankan kepada anggota bahwa masyarakat datang membawa kebutuhan dan harapan. Layani dengan senyum, dengan hati, dan penuh keikhlasan,” tegasnya.
Selain pelayanan, Polres Muba juga aktif dalam kegiatan sosial selama Ramadan. Setiap hari, anggota kepolisian membagikan sedikitnya 100 paket takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan. Program Tarawih keliling (Tarling) oleh personel Polres dan Polsek jajaran juga dilaksanakan, sembari pengamanan ibadah salat tarawih.
Kegiatan lain termasuk Da'i Kamtibmas, di mana Bhabin menjadi khotib di masjid-masjid. “Ramadan adalah momentum berbagi. Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata AKBP Ruri.
Pembinaan Mental Spiritual Anggota di Bulan Suci
Tidak hanya berfokus pada pelayanan eksternal dan kegiatan sosial, personel Polres Muba juga mengisi Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan internal. Setiap hari, anggota melaksanakan tadarus Al-Qur’an usai salat Tarawih dan Subuh bersama.
Mereka juga rutin mengikuti tausiah untuk meningkatkan pembinaan mental dan spiritual. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya Polres Muba untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan anggotanya.
Kapolres berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu membentuk karakter anggota yang lebih sabar, disiplin, dan berempati dalam menjalankan tugas. Ini sejalan dengan visi menciptakan aparat kepolisian yang profesional dan humanis.
Sumber: AntaraNews