Polisi Pontianak Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Kapuas 1
Pencegahan berhasil dilakukan saat seorang wanita berteriak meminta sang kekasih tidak melakukan hal nekat.
Sebuah insiden percobaan bunuh diri yang terjadi di Jembatan Kapuas 1, Pontianak, pada Jumat malam (4/4), berhasil digagalkan berkat kesigapan dua anggota kepolisian. Kejadian yang sempat menggemparkan warga setempat ini juga menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar area jembatan.
Sekitar pukul 20.30 WIB, seorang wanita terlihat menangis dan berteriak di dekat jembatan. Ia sedang berusaha mencegah kekasihnya, seorang pria yang tengah berdiri di pinggir jembatan, dari melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke Sungai Kapuas. Kondisi ini menarik perhatian para pengendara dan menyebabkan terjadinya kemacetan di lokasi.
Saat kejadian, Bripda Heru, anggota Unit Patroli Subdit Gasum Polresta Pontianak, yang kebetulan sedang melintas di area tersebut, segera menyadari bahaya yang terjadi. Dengan sigap, Bripda Heru langsung merangkul pria tersebut untuk menghentikan niatnya melompat dan menggagalkan percobaan bunuh diri itu.
Tak lama kemudian, Bripda Haikal, anggota Polresta Pontianak yang juga kebetulan pulang dinas dan melewati jalur yang sama, berhenti untuk membantu. Dengan pendekatan yang tenang, keduanya berhasil menenangkan situasi dan meredakan ketegangan yang terjadi.
Bripda Heru kemudian meminta wanita tersebut untuk menghubungi keluarga pria agar masalah yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik. Melalui pendekatan persuasif dan empati, kedua polisi ini berhasil membawa pria tersebut ke Pos Lantas Garuda di Simpang Tanjungpura. Di pos, pria dipertemukan dengan keluarganya dan akhirnya berhasil diselamatkan dari tindakan yang lebih fatal.
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) memberikan apresiasi atas aksi tanggap kedua anggota polisi tersebut. Kabidhumas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bayu Suseno, menyatakan bahwa tindakan Bripda Heru dan Bripda Haikal mencerminkan komitmen kepolisian dalam menjalankan misi mereka untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
“Mereka telah menunjukkan dedikasi tinggi sebagai anggota kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tindakan mereka bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menghindarkan terjadinya gangguan lalu lintas yang lebih besar,” ujar Kombes Bayu.