Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Penemuan Mayat Ibu dan Dua Anaknya di Bandung
Peristiwa itu terjadi di Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, pada Jumat dini hari (5/9).
Penyelidikan terkait kasus kematian tragis seorang ibu dan dua anaknya di sebuah rumah kontrakan di Kabupaten Bandung terus berlanjut. Satreskrim Polresta Bandung mendalami berbagai aspek untuk mengungkap penyebab dan motif di balik peristiwa memilukan tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, pada Jumat dini hari (5/9). Korban utama, EN (34), ditemukan meninggal dunia dengan dugaan bunuh diri. Bersama EN, dua anaknya, AA (9) dan AAP (11 bulan), juga ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, mengungkapkan bahwa penyelidikan saat ini telah mengarah pada pemeriksaan sejumlah saksi kunci yang berada di sekitar korban.
"Kami dari polresta bandung telah melakukan pemeriksaan kelima saksi, yang terdiri dari suami korban, ayah korban, termasuk tetangga-tetangga korban, termasuk rekan dari korban meninggal dunia, untuk kami dalami motif selanjutnya," kata Luthfi, Jumat (5/9).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa pintu rumah dalam kondisi terkunci dari dalam saat jenazah ditemukan. Ketiga korban tidak menunjukkan tanda-tanda luka akibat senjata tajam.
"Kami tidak menemukan adanya luka terbuka, terhadap ketiga korban, termasuk pintu dan jendela dalam keadaan terkunci dari dalam. Itu dibuktikan dari grendel pintu, yang mana didobrak langsung oleh warga. Dan itu posisi pintu dalam keadaan terkunci,” jelasnya lebih lanjut.
Polisi menduga kuat bahwa insiden ini tidak melibatkan pihak luar. Indikasi awal menyatakan bahwa pelaku berada di dalam rumah saat kejadian berlangsung. Dugaan sementara mengarah pada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sang ibu terhadap kedua anaknya, sebelum akhirnya ia mengakhiri hidupnya sendiri.
“Kami menyimpulkan sementara bahwa (hilangnya nyawa) ketiga korban ini tidak dilakukan oleh orang luar, melainkan orang ada di dalam TKP. Dan kemungkinan, orang yang melakukan penganiayaan terhadap anak ini ibu dari anak itu sendiri, dan adanya surat wasiat,” tambah Luthfi.
Sementara itu, warga sekitar masih diliputi rasa kaget dan tak percaya atas kejadian ini. Salah satu tetangga korban, Yogi Ramdani (23), mengaku tidak melihat adanya tanda-tanda bahwa EN tengah menghadapi masalah berat.
“Iya, kaget pasti. Syok tiba-tiba kan yang biasanya lewat kan ketemu tiap hari. Enggak nyangka aja gitu,” ujar Yogi saat ditemui di rumahnya, Jumat (5/9).
Yogi juga mengatakan bahwa EN terlihat seperti ibu rumah tangga biasa yang sibuk mengurus anak dan masih sempat menyapa warga sekitar saat berpapasan. Tak ada pertengkaran dengan suami atau hal mencurigakan lainnya yang terpantau oleh warga sebelum kejadian ini terjadi.