Pesan dan Permintaan Terakhir Eman di Secarik Kertas Sebelum Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya, Mengiris Hati
Korban awalnya ditemukan dalam keadaan tergantung oleh Karsidi, warga setempat.
Polres Kabupaten Karawang menyelidiki penyebab meninggalnya seorang pria akibat gantung diri di rumah kontrakannya. Pria tersebut juga meninggalkan surat berisi pesan kepada keluarganya.
"Korban bernama Suherman, berprofesi sebagai buruh harian lepas," kata Kasie Humas Polres Karawang Ipda Solikhin, di Karawang, Kamis (17/4).
Korban awalnya ditemukan dalam keadaan tergantung oleh Karsidi, warga setempat. Sesuai dengan keterangan sejumlah saksi, korban bernama Suherman merupakan warga Kampung Krajan Utara RT 002 RW 001 Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang.
Kemudian jerat tali dilepaskan Karsidi dengan cara menggunting tali yang digunakan untuk gantung diri.
Selanjutnya Karsidi menyampaikan kabar itu kepada warga lain, lalu mereka melaporkannya ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Karangpawitan dan Polsek Karawang Kota.
Solikhin mengatakan, setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihak kepolisian langsung menurunkan Tim Inafis serta melakukan olah kejadian tempat perkara.
Selain itu, polisi juga mencari keterangan dari para saksi, membawa korban ke RSUD Karawang untuk autopsi, dan mengamankan tempat kejadian perkara.
Kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengetahui lebih lanjut tentang motif dan penyebab pasti kejadian tersebut.
Sementara itu, sebuah kertas bertuliskan pesan kepada sejumlah anggota keluarganya di temukan di sekitar lokasi kejadian. Di antara isi pesan yang tertulis ialah menyampaikan permodalan maaf kepada ibu, isteri dan anaknya karena melakukan aksi gantung diri, dan meminta tidak diproses oleh pihak kepolisian.
Pesan lain yang disampaikan, Suherman meminta agar dikuburkan di makam dekat neneknya, serta meminta pihak keluarga tidak menyalahkan siapapun atas aksi gantung dirinya.
"Eman udah nggak kuat… Eman minta langsung dikubur, nggak mau ada urusan polisi… Jangan salahkan siapa pun, ini kemauan Eman…," demikian pesan dalam sebuah kertas yang ditutup dengan pesan kepada anaknya,
"Doain ayah terus ya…" .