Perjalanan Karier Si Raja Backhand Smash Taufik Hidayat, Wamenpora yang Jadi Komisaris Anak Usaha PLN
Taufik Hidayat dikenal sebagai legenda bulu tangkis Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade dan kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.
Wakil Menteri Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat terpilih sebagai Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Adapun PLN EPI sendiri merupakan subholding PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang penyediaan energi primer seperti batu bara, gas, BBM, hingga biomassa untuk pembangkit listrik PLN.
"Betul, (efektif) akhir Juni yaa," kata Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira saat dikonfirmasi, Rabu (9/7).
Sebelum menjadi Wamenpora dan terpilih sebagai Komisaris PT PLN, Taufik Hidayat dikenal sebagai salah satu legenda bulu tangkis Indonesia. Pria kelahiran Bandung 10 Agustus 1981, ini dikenal sebagai pemain tunggal putra yang mengukir banyak prestasi di kancah internasional. Taufik pernah meraih medali emas Olimpiade Athena 2004.
Kepiawaiannya bermain olahraga tepuk bulu angsa itu membuat Taufik dijuluki sebagai 'Raja backhand smash'. Julukan itu diberikan kepada Taufik karena kemampuannya dalam melakukan pukulan backhand smash yang sangat mematikan. Pukulan ini menjadi ciri khasnya dan membuatnya ditakuti oleh lawan-lawannya di lapangan.
Perjalanan Karier Taufik Hidayat
Taufik Hidayat menunjukkan bakatnya dalam bulu tangkis sejak kecil. Ia dilatih oleh Iie Sumirat di klub SGS PLN Bandung. Pada tahun 1997, ia meraih gelar juara Kejuaraan Asia Junior, menandai awal kariernya yang cemerlang. Di usia 17 tahun, ia menjuarai Brunei Open dan menjadi bagian dari tim juara Asian Games 1998.
Karier profesionalnya dimulai dengan cepat. Taufik berhasil meraih peringkat satu dunia pada usia 19 tahun setelah menjuarai Malaysia Open, Kejuaraan Asia, dan Indonesia Open. Ia juga menjadi finalis All England, menambah daftar prestasinya yang mengesankan.
Di antara prestasi lainnya, Taufik meraih enam kali juara Indonesia Terbuka dan medali emas di Asian Games 2002 dan 2006. Puncak kariernya dicapai saat ia meraih medali emas Olimpiade Athena 2004 dan gelar Juara Dunia 2005, menjadikannya pemain tunggal putra pertama yang meraih kedua gelar tersebut secara berturut-turut.
Pensiun dan Terjun ke Politik
Taufik resmi pensiun dari bulu tangkis profesional pada 12 Juni 2013. Setelah pensiun, ia mendirikan Taufik Hidayat Arena (THA) di Jakarta Timur, berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi atlet muda. Ia juga menjadi brand ambassador Yonex dan menjabat sebagai Wakil Ketua Satlak Prima.
Selain itu, Taufik terjun ke dunia politik dengan bergabung di Partai Gerindra dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2024. Namun, pada tahun 2024, ia diangkat menjadi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Kabinet Merah Putih.