Pererat Kerja Sama Budaya Indonesia Arab Saudi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Sambut Duta Besar
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat Kerja Sama Budaya Indonesia Arab Saudi, membahas potensi kolaborasi strategis, dan mendorong pengajuan warisan budaya ke UNESCO.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mempererat hubungan bilateral dengan Arab Saudi, khususnya di sektor kebudayaan. Pernyataan ini disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, di Jakarta pada Kamis (03/4). Pertemuan ini menandai langkah strategis untuk memajukan ekosistem budaya kedua negara yang telah terjalin selama 76 tahun.
Menteri Fadli Zon menyambut baik kehadiran Duta Besar Amodi, berharap kerja sama kebudayaan dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat signifikan. Diskusi berfokus pada berbagai potensi kolaborasi strategis yang didukung oleh keragaman dan cakupan luas Objek Pemajuan Kebudayaan Indonesia. Pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian independen menjadi langkah penting untuk memajukan budaya nasional.
Kedua negara bertekad untuk tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga memperkaya pertukaran budaya yang saling menguntungkan. Inisiatif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelestarian warisan budaya hingga pengembangan industri kreatif. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi hubungan jangka panjang Indonesia dan Arab Saudi.
Memperbarui Nota Kesepahaman dan Dukungan UNESCO
Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud, Menteri Kebudayaan Arab Saudi, dijadwalkan akan mengunjungi Jakarta untuk menandatangani pembaruan Nota Kesepahaman Kebudayaan. Pembaruan ini akan menggantikan kesepahaman sebelumnya yang akan berakhir pada tahun 2027, menunjukkan komitmen berkelanjutan kedua negara dalam Kerja Sama Budaya Indonesia Arab Saudi. Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi di masa depan.
Menteri Fadli Zon juga mengumumkan pencalonan Indonesia sebagai anggota Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026-2030. Dukungan Arab Saudi terhadap pencalonan Indonesia akan memperkuat komitmen bersama dalam tata kelola dan pelestarian warisan budaya secara global. Ini merupakan upaya penting untuk memastikan warisan budaya dunia tetap lestari.
Indonesia secara aktif mendorong kolaborasi dalam pengajuan ekstensi elemen Warisan Budaya Takbenda UNESCO, terutama elemen Kaligrafi Arab. Elemen ini telah terinskripsi secara internasional, termasuk oleh Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, Indonesia menjajaki ekstensi elemen lain yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di kedua negara, seperti Majlis dan Pohon Kurma, memperluas cakupan Kerja Sama Budaya Indonesia Arab Saudi.
Kolaborasi Industri Kreatif dan Festival Film
Selain pelestarian warisan budaya, Indonesia dan Arab Saudi juga menjajaki peluang Kerja Sama Budaya Indonesia Arab Saudi di industri kreatif, termasuk sektor perfilman. Menteri Fadli Zon melihat potensi besar untuk produksi bersama dan penyelenggaraan festival film. Kolaborasi ini dapat terwujud melalui Red Sea Film Festival di Jeddah dan JogjaNETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Yogyakarta.
Sektor film menawarkan jalur yang menarik untuk pertukaran budaya dan ekonomi antara kedua negara. Potensi produksi bersama tidak hanya akan menghasilkan karya sinematik yang beragam, tetapi juga memperkuat ikatan antarbudaya. Partisipasi dalam festival film internasional juga dapat meningkatkan visibilitas dan apresiasi terhadap kekayaan budaya masing-masing negara.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif di kedua negara, menciptakan lapangan kerja, dan mempromosikan pariwisata budaya. Dengan memanfaatkan platform festival film yang sudah ada, Indonesia dan Arab Saudi dapat membangun jembatan budaya yang kuat melalui medium perfilman. Kolaborasi ini merupakan bagian integral dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat hubungan bilateral.
Sumber: AntaraNews