Tahukah Anda, Sektor Kreatif Targetkan 3% PDB Saudi? Ini Potensi Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia Arab Saudi
Menteri Ekonomi Kreatif RI dan Duta Besar Arab Saudi membahas potensi besar Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia Arab Saudi, terutama di bidang kuliner halal, fesyen, dan kerajinan. Peluang apa saja yang bisa digarap?
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya baru-baru ini mengadakan diskusi penting dengan Duta Besar Arab Saudi, Faisal Abdullah H. Amodi, di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki potensi kerja sama yang lebih erat antara kedua negara dalam pengembangan berbagai subsektor ekonomi kreatif. Fokus utama pembicaraan adalah pada peluang besar di bidang kuliner halal, fesyen modest, dan kerajinan tangan dari Indonesia.
Diskusi yang berlangsung dalam jamuan makan malam di kediaman Duta Besar Arab Saudi pada Jumat lalu ini, menggarisbawahi komitmen Indonesia dan Arab Saudi untuk memperkuat hubungan bilateral. Kedua belah pihak melihat adanya keselarasan visi dalam memanfaatkan sektor ekonomi kreatif sebagai pendorong pertumbuhan. Menteri Riefky menekankan bahwa kolaborasi ini dapat memberikan manfaat timbal balik yang signifikan bagi kedua negara.
Peluang kerja sama ini sangat relevan mengingat jumlah besar umat Muslim Indonesia yang setiap tahunnya menunaikan ibadah haji dan umrah. Selain itu, banyak warga Arab Saudi juga menikmati pengalaman kuliner halal di Indonesia saat bepergian. Ini menciptakan pasar yang sangat besar dan strategis untuk produk-produk kreatif halal dari Indonesia.
Potensi Besar Produk Halal dan Pariwisata Religi
Menteri Riefky Harsya menyoroti peluang besar untuk kolaborasi di masa depan, khususnya dalam penyediaan produk kuliner halal, kerajinan, dan fesyen modest dari Indonesia. Beliau menyatakan, "Kami melihat peluang besar untuk kolaborasi di masa depan dalam menyediakan produk kuliner halal, kerajinan, dan fesyen modest dari Indonesia." Potensi ini sangat besar mengingat jumlah jemaah haji dan umrah dapat mencapai hingga 36 juta orang setiap tahunnya.
Jumlah jemaah yang masif ini tidak hanya membuka pintu bagi produk makanan dan minuman halal, tetapi juga untuk produk fesyen yang sesuai dengan nilai-nilai Islami serta kerajinan tangan khas Indonesia. Selain itu, warga Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia juga kerap mencari pengalaman kuliner halal. Hal ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat dan berkelanjutan dari kedua belah pihak.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk kreatif Indonesia ke Arab Saudi. Pada saat yang sama, ini juga akan mendukung industri pariwisata religi yang terus berkembang. Kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam memastikan ketersediaan produk dan layanan berkualitas tinggi bagi para jemaah dan wisatawan Muslim.
Sinergi Visi Pembangunan Ekonomi Kedua Negara
Kolaborasi ini selaras dengan visi pembangunan jangka panjang kedua negara. Arab Saudi, melalui Visi 2030-nya, menempatkan ekonomi kreatif sebagai pilar kunci diversifikasi ekonomi. Negara tersebut menargetkan sektor budaya dan kreatif untuk berkontribusi hingga 3 persen terhadap PDB nasional, sekaligus menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru.
Kondisi ini sejalan dengan target Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia dalam empat area utama: kontribusi terhadap PDB, nilai ekspor, jumlah tenaga kerja, dan investasi di sektor ekonomi kreatif. Semua target ini mengarah pada visi Indonesia Emas 2045. Menteri Riefky menegaskan bahwa Indonesia memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif yang masing-masing menyimpan potensi besar untuk kerja sama dengan Arab Saudi.
"Ini sejalan dengan Saudi Vision 2030 dan Visi Indonesia Emas 2045, yang dapat diselaraskan untuk keuntungan bersama, di mana ekonomi kreatif dapat dimanfaatkan sebagai katalisator pertumbuhan," ujar Riefky. Beliau juga menekankan bahwa hubungan bilateral ini dapat membentuk model ekonomi, pengembangan teknologi, dan potensi ekspansi bisnis untuk masa depan.
Prioritas Sektor dan Dukungan Diplomatik
Menteri Riefky menyebutkan bahwa seni, desain, fesyen, kuliner halal, dan kerajinan adalah subsektor yang dapat diprioritaskan. Sektor-sektor ini memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas nasional dan meningkatkan daya saing global Indonesia. Dengan fokus pada area-area ini, diharapkan kerja sama dapat menghasilkan dampak yang konkret dan terukur.
Di sisi lain, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Beliau menyatakan kesiapan untuk saling mendukung dan mewujudkan kerja sama yang lebih konkret di bidang ekonomi kreatif. "Seperti yang kita ketahui, Arab Saudi dan Indonesia adalah negara Islam. Kami percaya bahwa perbuatan baik yang kita lakukan akan mengarah pada kesepakatan baru dan kolaborasi nyata, memungkinkan kedua negara untuk terhubung dalam mewujudkan visi masing-masing," kata Duta Besar.
Pertemuan penting ini juga dihadiri oleh delegasi dari kedua belah pihak. Dari Kementerian Ekonomi Kreatif, hadir Sekretaris Kementerian Dessy Ruhati, Deputi Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Staf Ahli Menteri Bidang Riset, Pendidikan, dan Hubungan Kelembagaan Dian Permanasari, serta Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Syaf. Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi didampingi oleh Wakil Duta Besar Mushari Mutlaq Althiyabi, Kepala Seksi Politik dan Ekonomi Kedutaan Ali Alharbi, Asisten Pribadi Duta Besar dan Kepala Protokol Isom Bobsaid, serta Penerjemah Kedutaan DR. Ahmad Jamaluddin.
Sumber: AntaraNews