Penyuluh RSJ Ungkap Empat Aktivitas Pemicu Kebahagiaan, Mudah Dilakukan Setiap Hari
Ingin tahu rahasia kebahagiaan yang mudah dijangkau? Seorang penyuluh kesehatan jiwa dari RSJ Atma Husada Mahakam membeberkan empat aktivitas kecil pemicu kebahagiaan yang bisa Anda terapkan setiap hari.
Laurensia Enny Pantjalina, seorang Penyuluh Kesehatan Jiwa Masyarakat dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Kalimantan Timur, baru-baru ini mengungkapkan rahasia sederhana untuk meningkatkan kebahagiaan. Ia menjelaskan bahwa terdapat empat aktivitas kecil yang dapat memicu produksi hormon kebahagiaan dalam tubuh. Pernyataan ini disampaikan di Samarinda pada hari Sabtu.
Menurut Laurensia, empat hormon kebahagiaan utama sering disingkat dengan istilah DOSE, yakni Dopamin, Oksitosin, Serotonin, dan Endorfin. Masing-masing hormon ini memiliki peran spesifik dalam memengaruhi suasana hati dan kesejahteraan mental seseorang. Memahami cara kerjanya dapat membantu individu meraih hidup yang lebih positif.
Aktivitas-aktivitas yang diuraikan sangat mudah diintegrasikan ke dalam rutinitas harian, tanpa memerlukan usaha besar. Mulai dari menyelesaikan tugas hingga berinteraksi dengan orang terdekat, semua dapat menjadi kunci untuk membuka potensi kebahagiaan alami dalam diri. Ini adalah pendekatan praktis untuk menjaga kesehatan mental.
Dopamin: Hormon Motivasi dan Pencapaian
Hormon dopamin dikenal sebagai hormon pencapaian atau motivasi yang memberikan rasa puas setelah berhasil menyelesaikan sesuatu. Hormon ini berperan penting dalam sistem penghargaan otak, mendorong individu untuk terus berusaha dan mencapai tujuan. Rasa senang yang muncul setelah mencapai target adalah efek dari dopamin.
Untuk mengaktifkan dopamin, Laurensia menyarankan untuk rutin menyelesaikan tugas-tugas kecil. Membuat daftar tugas harian dan memberikan penghargaan kepada diri sendiri setelah menyelesaikannya adalah cara efektif. Ini membantu membangun kebiasaan positif dan meningkatkan motivasi.
Misalnya, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, menuntaskan laporan kantor, atau bahkan sekadar membaca buku hingga selesai dapat memicu pelepasan dopamin. Pengakuan atas usaha kecil ini sangat penting untuk menjaga kadar dopamin tetap optimal.
Oksitosin: Hormon Kasih Sayang dan Ikatan Sosial
Oksitosin dikenal luas sebagai hormon kasih sayang, memiliki fungsi vital dalam membangun kepercayaan dan menumbuhkan rasa empati. Hormon ini sangat krusial dalam memperkuat ikatan sosial antar-manusia, baik dalam keluarga maupun komunitas. Kehadirannya menciptakan perasaan aman dan terkoneksi.
Masyarakat dapat merangsang produksi oksitosin melalui sentuhan fisik, seperti berpelukan dengan anggota keluarga selama 20 detik. Meluangkan waktu berkualitas bersama orang tersayang juga menjadi cara ampuh untuk meningkatkan kadar hormon ini. Interaksi positif sangat dianjurkan.
Sayangnya, penggunaan gawai yang berlebihan di era digital berpotensi menghambat produksi oksitosin. Ini disebabkan oleh berkurangnya intensitas interaksi dan komunikasi tatap muka secara langsung. Penting untuk menyeimbangkan waktu daring dan luring.
Serotonin: Penstabil Suasana Hati Alami
Senyawa pembawa kebahagiaan ketiga adalah serotonin, yang bertugas sebagai penstabil suasana hati agar manusia tetap merasa tenang dan santai. Hormon ini memainkan peran kunci dalam regulasi emosi, tidur, nafsu makan, dan pencernaan. Keseimbangan serotonin sangat penting untuk kesejahteraan mental.
Aktivitas sederhana seperti berjemur di bawah sinar matahari pagi terbukti ampuh meningkatkan kadar serotonin di dalam otak. Bermeditasi juga merupakan cara efektif untuk merangsang produksi hormon ini. Paparan sinar matahari alami dan ketenangan pikiran sangat bermanfaat.
Selain itu, mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung triptofan, seperti kacang-kacangan dan ikan salmon, sangat dianjurkan. Nutrisi ini mendukung tingkat produksi serotonin yang optimal dalam tubuh. Diet seimbang berkontribusi pada suasana hati yang stabil.
Endorfin: Pereda Nyeri dan Pemicu Euforia
Endorfin hadir di dalam tubuh manusia sebagai pereda rasa sakit alami sekaligus pemicu utama timbulnya perasaan euforia. Hormon ini dilepaskan sebagai respons terhadap stres atau rasa sakit, memberikan efek analgesik dan meningkatkan suasana hati. Ini adalah mekanisme pertahanan tubuh yang luar biasa.
Menonton tayangan komedi yang memancing tawa adalah salah satu cara untuk memicu pelepasan endorfin. Rutin berolahraga juga merupakan contoh efektif bagi setiap individu untuk merangsang produksi hormon ini. Aktivitas fisik dan humor adalah kunci.
Fakta menarik lainnya menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas yang mengandung zat kapsaisin pada cabai juga terbukti mampu merangsang keluarnya hormon endorfin. Sensasi pedas memicu respons tubuh yang melepaskan hormon ini.
Menjaga Keseimbangan di Era Digital
Selain aktivitas fisik sehari-hari, Laurensia juga menyoroti dampak perubahan gaya hidup di era digital terhadap tingkat kebahagiaan. Ketergantungan pada gawai dapat mengurangi interaksi tatap muka, yang berujung pada penurunan produksi hormon oksitosin. Penting untuk menyadari risiko ini.
Sebagai langkah alternatif relaksasi mental, kegiatan mendengarkan musik favorit dapat menjadi solusi. Musik memiliki kekuatan untuk memengaruhi emosi dan merangsang pelepasan hormon kebahagiaan. Ini adalah cara mudah untuk menurunkan tingkat stres.
Mengonsumsi cokelat hitam juga disebut dapat merangsang hormon kebahagiaan. Cokelat hitam mengandung senyawa yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Kombinasi ini memberikan efek positif pada kesejahteraan mental.
Sumber: AntaraNews