Pemudik Diimbau Waspada Tanjakan dan Jalur Berkelok di Tol Semarang-Solo
Dibanding ruas tol lainnya, lajur seksi Semarang menjadi perhatian pihaknya karena menjadi titik lelah para pemudik.
Sejumlah pemudik diminta waspada saat melalui jalur tanjakan dan jalan berkelok-kelok di ruas Tol Semarang - Solo. Terutama saat jalan diguyur hujan deras yang dapat memicu genangan air dan resiko membuat ban mobil tergelincir.
Direktur Utama Trans Marga Jateng (TMJ) Prajudi mengungkapkan, walaupun tidak ada kerawanan yang signifikan di ruas Tol Semarang-Solo, akan tetapi pengguna jalan perlu meningkatkan kehati-hatian terhadap sejumlah medan jalan yang berkelok-kelok dan tanjakan yang terjal.
"Kontur jalan tol ini kan memiliki kemiringan yang tinggi. Mulai tanjakan yang berkelok-kelok. Sehingga memang butuh kehati-hatian yang tinggi. Kami minta jangan berlebihan ketika memacu kecepatan," kata Prajudi, Sabtu (14/3).
Dibanding ruas tol lainnya, lajur seksi Semarang menjadi perhatian pihaknya karena menjadi titik lelah para pemudik. Bagi pemudik yang merasa kelelahan berkendara, sebaiknya menepi ke rest area untuk beristirahat bersama keluarga.
"Di Semarang jadi titik lelah pemudik. Jadi bagi pengguna jalan jangan lihat jaraknya, mengendarai kelihatan capek, langsung istirahat di rest area. Di Tol Semarang-Solo ada empat rest area yang tersedia," ungkapnya.
Tidak Ada Diskon Tarif
Selama arus mudik 2026, pihaknya memastikan tidak ada diskon tiket. Sebagai gantinya, pihaknya mengoptimalkan layanan di gerbang Tol Semarang-Solo, Tol Bawen, Tol Salatiga.
Pihaknya juga menambah personel untuk layanan top-up, menambah gardu induk dan fasilitas pendukung lainnya. Sedangkan, TMJ memastikan seluruh layanan operasional Jalan Tol Semarang-Solo dalam kondisi optimal.
Sedangkan prediksi puncak arus mudik dan arus balik terjadi 18 Maret 2026. Sedangkan prediksi puncak arus balik pada 24 Maret 2026.
"Selama periode Libur Idul Fitri tahun ini dari tanggal 11 Maret sampai 31 Maret 2026 akan ada peningkatan volume lalu lintas Periode mudik sebesar 222,1 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 2,2 persen dari realisasi 2025. Untuk peningkatan volume lalu lintas Periode balik Sebesar 347,3 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 36,8 persen," pungkasnya.