Pertama di Indonesia, Tol Semarang-Demak Senilai Rp6,16 Triliun Punya Fungsi Jadi Tanggul Laut

Proyek Tol Semarang–Demak Seksi 1B sendiri merupakan konstruksi jalan pertama di Indonesia berfungsi jadi tanggul laut.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pertama di Indonesia, Tol Semarang-Demak Senilai Rp6,16 Triliun Punya Fungsi Jadi Tanggul Laut
Pertama di Indonesia, Tol Semarang-Demak Senilai Rp6,16 Triliun Punya Fungsi Jadi Tanggul Laut (Merdeka.com)

Corporate Secretary PT PP (Persero) Tbk (PTPP), Joko Rahardjo melaporkan bahwa proyek pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1B mencatatkan progres baik sebesar 52,473 persen.

"Dengan progres porsi PTPP yang telah mencapai 52,473 persen, proyek ini bahkan melampaui target yang ditetapkan, menunjukkan performa kerja yang solid dan disiplin tinggi,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (24/7).

Lebih lanjut, Joko mengatakan proyek bernilai total Rp6,16 triliun ini tak hanya bertujuan mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas wilayah Semarang-Demak, tetapi juga memiliki fungsi ganda sebagai tanggul laut untuk mengatasi banjir rob yang selama ini menjadi momok bagi pesisir utara Semarang.

Dia mengatakan, proyek Tol Semarang–Demak Seksi 1B sendiri merupakan konstruksi jalan pertama di Indonesia yang menggabungkan fungsi jalan tol di atas laut dengan fungsi tanggul laut.

"Selain itu, jalan tol ini juga akan memiliki rest area pertama dengan pemandangan Laut Jawa, menghadirkan pengalaman berkendara yang estetis dan berkelas," ujar Joko.

Joko menambahkan, proyek ini juga mencatatkan inovasi konstruksi berkelanjutan melalui penggunaan cerucuk bambu dengan teknologi mal template untuk memastikan ketepatan pemancangan, menjadikan material ramah lingkungan sebagai bagian dari konstruksi jalan tol berskala besar.

Catatkan Zero Accident

Adapun proyek ini juga mendapat berbagai apresiasi dari sejumlah tokoh nasional, hingga penghargaan Zero Accident atas 1,5 juta jam kerja tanpa kecelakaan.

"Tol Semarang–Demak adalah contoh nyata bagaimana pembangunan infrastruktur dapat menjadi solusi komprehensif bagi masalah banjir sekaligus mempercepat mobilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujar Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bangga atas kolaborasi antar-BUMN dalam proyek ini.

"Ini bukan hanya soal membangun jalan, tapi membangun masa depan Indonesia yang lebih tahan bencana dan efisien secara logistik," ujar Menko AHY.

Rekomendasi