Pemprov Papua Pegunungan Siapkan Rp700 Miliar untuk Pembangunan RSUD Tipe B Papua Pegunungan
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengalokasikan anggaran fantastis hingga Rp700 miliar untuk Pembangunan RSUD Tipe B Papua Pegunungan, demi peningkatan layanan kesehatan masyarakat di delapan kabupaten.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan berencana membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Proyek ambisius ini diperkirakan membutuhkan anggaran yang sangat besar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat luas.
Anggaran pembangunan RSUD Tipe B Papua Pegunungan ini disebut mencapai Rp700 miliar hingga Rp800 miliar. Dana tersebut tidak dapat dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi. Oleh karena itu, dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat dibutuhkan.
Pembangunan rumah sakit ini juga akan digabungkan dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Papua Pegunungan. Lokasi yang telah ditentukan berada di Gunung Susu Wamena. Berbagai dokumen pendukung telah rampung sebagai dasar pengajuan ke Kementerian Kesehatan.
Dukungan Anggaran Nasional untuk Fasilitas Kesehatan Provinsi
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Pegunungan, Titus Kogoya, menjelaskan bahwa besarnya anggaran pembangunan RSUD Tipe B Papua Pegunungan ini memerlukan sokongan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendanaan ini krusial untuk merealisasikan proyek infrastruktur kesehatan vital tersebut.
Dana sebesar Rp700 miliar hingga Rp800 miliar tidak memungkinkan untuk dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Pegunungan. Keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan utama perlunya bantuan dari pemerintah pusat.
Oleh karena itu, Pemprov Papua Pegunungan secara aktif terus mengajukan permohonan dukungan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Harapannya, proyek vital ini dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan untuk kepentingan masyarakat.
Peningkatan Layanan Kesehatan di Daerah Otonomi Baru
Pembangunan RSUD Tipe B Papua Pegunungan ini dianggap krusial untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Fasilitas ini ditargetkan bagi seluruh masyarakat di delapan kabupaten di provinsi tersebut. Keberadaan rumah sakit provinsi sangat dinantikan.
Saat ini, hanya RSUD Wamena milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya yang beroperasi secara optimal. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan fasilitas kesehatan yang memadai di tingkat provinsi. Kebutuhan akan pusat layanan kesehatan tingkat provinsi sangat mendesak.
Titus Kogoya menambahkan bahwa sebagai daerah otonomi baru (DOB), Provinsi Papua Pegunungan memerlukan fasilitas kesehatan yang memadai. Hal ini penting untuk menunjang kebutuhan warganya serta mendukung pembangunan daerah.
Selain rumah sakit, proyek ini juga akan mengintegrasikan pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Papua Pegunungan. Kedua fasilitas ini akan dibangun bersamaan di lokasi yang sama, yakni Gunung Susu Wamena.
Persiapan Matang dan Harapan Realisasi Proyek
Berbagai tahapan persiapan telah diselesaikan oleh Pemprov Papua Pegunungan untuk Pembangunan RSUD Tipe B Papua Pegunungan dan Labkesda. Persiapan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah.
Kajian dampak lingkungan serta dokumen pendukung lainnya telah rampung dikerjakan. Dokumen-dokumen ini menjadi fondasi awal dalam mengajukan permohonan dukungan kepada Kemenkes.
Masterplan atau rencana induk pembangunan juga telah selesai dikerjakan. Dokumen inilah yang akan menjadi dasar utama dalam meminta dukungan anggaran dari APBN Kemenkes RI.
Dengan persiapan yang matang ini, diharapkan Kemenkes dapat segera menindaklanjuti permintaan tersebut. Realisasi pembangunan fasilitas kesehatan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Papua Pegunungan.
Sumber: AntaraNews