Pemkot Tangsel Pastikan Hewan Kurban Aman Disembelih, Meski Ada Temuan Penyakit Ringan
Penyakit ringan ini disebabkan perjalanan jauh hewan kurban, dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi.
Menjelang pelaksanaan Idul Adha 2025, tim dokter kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan menemukan sejumlah penyakit pada hewan ternak kurban di sejumlah lapak penjualan.
Kepala UPT Puskeswan DKP3 Tangsel, Pipit Surya Yuniar, menyampaikan bahwa penyakit yang ditemukan antara lain radang mata, batuk pilek, luka, pincang, serta shipment syndrome, gangguan kesehatan yang umum terjadi akibat proses pengangkutan hewan.
"Temuan di lapangan menunjukkan beberapa hewan mengalami gangguan ringan akibat perjalanan jauh. Seperti radang mata, luka, dan batuk. Namun semua sudah kami tangani dengan pengobatan awal seperti pemberian salep mata," ujar Pipit saat dikonfirmasi, Minggu (1/6).
Ia menegaskan, tim medis terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan rutin untuk memastikan hewan-hewan yang dijual dalam kondisi sehat dan layak untuk disembelih saat hari raya kurban.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan bahwa permintaan hewan kurban pada tahun 2025 mengalami peningkatan sebesar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Diperkirakan lebih dari 3.000 ekor hewan kurban akan dipotong selama Idul Adha tahun ini.
"Peningkatan peminat hewan kurban sekitar 20 persen dari tahun lalu. Karena itu, kami dari pemerintah kota bersama dinas teknis terus melakukan pengecekan di lapak penjualan hingga ke tempat pemotongan," ujar Pilar.
Ia juga menambahkan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan saat hewan datang ke lapak, tetapi juga pasca pemotongan dengan melakukan sampling daging guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat.