Pemkab PPU Minta PT KPI Perhatikan Dampak Lingkungan Kilang Lawe-Lawe
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mendesak PT Kilang Pertamina Internasional untuk lebih serius memperhatikan dampak lingkungan Kilang Lawe-Lawe serta isu sosial di sekitar area operasional kilang penampungan minyak mentah.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara tegas meminta manajemen PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) agar lebih memperhatikan dampak lingkungan di sekitar kilang penampungan minyak mentah Lawe-Lawe. Kilang ini merupakan fasilitas penunjang penting bagi kilang terintegrasi (Refinery Development Master Plan/RDMP) di Kota Balikpapan. Permintaan ini muncul mengingat aktivitas industri berskala masif membawa konsekuensi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menekankan bahwa salah satu fasilitas penunjang RDMP Balikpapan, yakni kilang penampungan minyak mentah, berada di wilayah Kecamatan Penajam. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026, aktivitas di area tersebut dipastikan akan semakin tinggi. Oleh karena itu, perhatian terhadap dampak kewilayahan dan lingkungan menjadi sangat krusial bagi keberlanjutan operasional.
PT KPI sebagai pengelola kilang diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mencari solusi cepat untuk berbagai permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara. Isu-isu mendesak tersebut meliputi penanganan banjir di kawasan Lawe-Lawe, peningkatan akses layanan publik, serta jaminan ketersediaan bahan baku air bersih bagi masyarakat.
Pentingnya Perhatian Terhadap Lingkungan Sekitar Kilang Minyak
Aktivitas industri berskala besar di kilang penampungan minyak mentah Lawe-Lawe secara inheren membawa konsekuensi signifikan terhadap lingkungan sekitar. Peningkatan operasional ini menuntut PT KPI untuk menerapkan standar pengelolaan lingkungan yang lebih ketat dan proaktif. Pemerintah daerah berharap PT KPI tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga pada mitigasi risiko lingkungan yang mungkin timbul.
Sebagai pengelola kilang, PT KPI memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan operasionalnya tidak merugikan ekosistem dan masyarakat lokal. Bupati Mudyat Noor mengajak PT KPI untuk lebih serius dalam memperhatikan dampak kewilayahan dan lingkungan yang muncul di sekitar lokasi operasional. Hal ini mencakup upaya pencegahan pencemaran dan pemulihan lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan penambahan kapasitas kilang penampungan minyak mentah dari lima juta barel menjadi 7,5 juta barel, Kabupaten Penajam Paser Utara kini menjadi salah satu daerah dengan konsentrasi pengelolaan minyak terbesar di Indonesia. Peningkatan kapasitas ini, seiring beroperasinya RDMP di Kota Balikpapan, semakin mempertegas urgensi perhatian terhadap lingkungan dan sosial di wilayah tersebut.
Tantangan dan Solusi untuk Masyarakat Lawe-Lawe
Masyarakat di sekitar Kilang Lawe-Lawe menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan solusi cepat dari PT KPI. Salah satu masalah utama adalah penanganan banjir yang kerap melanda kawasan Lawe-Lawe, yang memerlukan intervensi dan dukungan teknis dari pihak perusahaan. Selain itu, akses terhadap layanan publik yang memadai juga menjadi sorotan yang perlu ditingkatkan.
Ketersediaan bahan baku air bersih juga menjadi isu krusial bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sumber bahan baku air bersih utama kabupaten setempat berada di wilayah Kelurahan Lawe-Lawe, tepatnya dalam kawasan otoritas PT Pertamina (Persero). Kolaborasi antara PT KPI dan Perumda sangat dibutuhkan untuk menjamin pasokan air bersih yang stabil.
Penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) diharapkan dapat dimaksimalkan untuk program-program yang lebih menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, dan lingkungan secara berkelanjutan. Program CSR yang terarah dan berkelanjutan akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat sekitar kilang.
Penajam Paser Utara sebagai Pusat Pengelolaan Minyak Nasional
Kabupaten Penajam Paser Utara kini memegang peran strategis sebagai salah satu daerah dengan konsentrasi pengelolaan minyak terbesar di Indonesia. Hal ini seiring dengan peningkatan kapasitas kilang penampungan minyak mentah di Lawe-Lawe yang mendukung penuh operasional kilang Pertamina di Kota Balikpapan. Peran ini membawa konsekuensi sekaligus peluang bagi pembangunan daerah.
Aktivitas di kilang Lawe-Lawe dipastikan semakin tinggi, apalagi dilengkapi dengan fasilitas bongkar muat untuk kapal tanker VLCC (Very Large Crude Carrier). Peningkatan volume dan kompleksitas operasional ini memerlukan manajemen risiko yang komprehensif. Dampak lingkungan dan sosial di sekitar wilayah operasional harus menjadi perhatian utama bagi semua pihak terkait.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap PT KPI dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai entitas bisnis. Keterlibatan aktif dalam mengatasi permasalahan lokal akan menciptakan hubungan yang harmonis antara industri dan masyarakat. Sinergi ini penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan di wilayah Penajam Paser Utara.
Sumber: AntaraNews