Pemkab Banyuwangi Borong Tiga Penghargaan Inotek Award 2025, Bukti Inovasi Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sukses meraih tiga Penghargaan Inotek Award 2025 dari Pemprov Jatim, menunjukkan komitmen terhadap inovasi daerah yang bermanfaat. Apa saja inovasi yang diganjar penghargaan ini?
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Mereka berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (Inotek Award) 2025. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada hari Kamis lalu.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Surabaya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mengembangkan inovasi yang relevan dan berdampak positif bagi masyarakat.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi ini, menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi pendorong semangat. Hal ini untuk terus menghadirkan berbagai inovasi yang mampu memberikan manfaat konkret bagi seluruh lapisan masyarakat di Banyuwangi.
Tiga Inovasi Unggulan Raih Penghargaan Inotek
Dalam ajang Inotek Award 2025 ini, Pemkab Banyuwangi berhasil membawa pulang tiga kategori penghargaan berbeda. Inovasi "Kanggo Riko" sukses meraih juara dua dalam kategori Inovasi Daerah, menunjukkan keunggulan program pemberdayaan ekonomi. Program ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan rumah tangga miskin di wilayah Banyuwangi.
Selain itu, program "Klik Sekati" (Klinik Kesehatan Ikan dan Lingkungan) dari Dinas Perikanan juga masuk dalam 15 besar. Program ini diakui dalam kategori Inovasi Teknologi berbasis website dan mobile apps. Inovasi ini menyediakan solusi digital untuk menjaga ekosistem perikanan serta memantau kesehatan ikan dan kualitas lingkungan perairan.
Tidak ketinggalan, inovasi "Janji Cinta" berhasil menjadi juara dua di kategori Agribisnis. Inovasi ini berfokus pada pengolahan daun kelor menjadi kudapan siap makan yang kaya nutrisi. Program ini digagas oleh tim RSUD Blambangan, mengintegrasikan aspek kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
"Kanggo Riko" Berdayakan Ribuan Keluarga Miskin
Bupati Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa program "Kanggo Riko" memiliki arti "Untuk Anda" dan merupakan inisiatif pribadinya. Inovasi ini dirancang khusus untuk pemberdayaan ekonomi ribuan rumah tangga miskin, dengan prioritas utama diberikan kepada perempuan kepala keluarga. Tujuannya adalah agar mereka dapat mandiri dan berdaya secara ekonomi.
Hingga saat ini, program unggulan Banyuwangi ini telah memberikan manfaat kepada 8.788 penerima. Para penerima manfaat juga difasilitasi dengan BPJS Kesehatan, menunjukkan cakupan dan dampak yang luas. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya pendekatan inovatif dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.
Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pelatihan dan pendampingan. Hal ini memastikan keberlanjutan usaha dan peningkatan kapasitas ekonomi bagi para penerima manfaat. Inovasi daerah seperti "Kanggo Riko" menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat menciptakan solusi konkret.
Inovasi Kesehatan dan Agribisnis yang Berkelanjutan
Program "Klik Sekati" hadir sebagai jawaban digital untuk tantangan dalam menjaga ekosistem perikanan. Inovasi ini menyediakan platform untuk pemantauan kesehatan ikan dan kualitas lingkungan secara real-time. Dengan demikian, para pembudidaya ikan dapat mengambil tindakan preventif lebih cepat.
Sementara itu, "Janji Cinta" yang digagas oleh tim RSUD Blambangan, merupakan inovasi yang sangat menarik. Program ini mengintegrasikan aspek kesehatan dengan ekonomi lokal melalui pemanfaatan daun kelor. Daun kelor diolah menjadi jajanan jelly inovatif yang kaya kolagen, vitamin, protein, mineral, dan antioksidan.
"Program ini mendorong warga desa untuk menanam bibit tanaman kaya nutrisi, yakni kelor yang hasilnya dibeli RSUD seharga Rp6.000 per kilogramnya," kata Bupati Ipuk. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan produk sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal. Ini menunjukkan sinergi antara sektor kesehatan dan agribisnis.
Sumber: AntaraNews