Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat prestasi membanggakan dengan mendapatkan insentif fiskal senilai Rp3 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan ini diberikan atas capaian terbaik I dalam kategori creative financing pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan dalam mengelola keuangan daerah secara inovatif dan transparan.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan rasa syukurnya atas pengakuan dari pemerintah pusat ini. Ia menegaskan bahwa inovasi serta terobosan di Bintan adalah hasil kolaborasi dan semangat seluruh jajaran. Insentif ini diharapkan dapat menjadi bonus sekaligus stimulus yang memotivasi untuk terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakat.
Pencapaian Bintan dalam ajang bergengsi ini tidak lepas dari fokus pemerintah daerah terhadap aspek digitalisasi dan tata kelola keuangan yang transparan. Kedua hal tersebut telah lama dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan dan menjadi variabel penentu dalam penilaian Kemendagri.
Advertisement
Advertisement
Fokus Inovasi dan Tata Kelola Keuangan Bintan
Pemerintah Kabupaten Bintan secara konsisten mengedepankan digitalisasi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. Aspek-aspek ini menjadi kunci utama yang membawa Bintan meraih predikat terbaik dalam kategori pembiayaan kreatif. Bupati Roby Kurniawan secara langsung memaparkan konsep inovasi serta efek nyata implementasinya dalam pengelolaan keuangan daerah.
Puncak penilaian terhadap Pemerintah Kabupaten Bintan ditutup dengan sesi presentasi dan wawancara Bupati bersama pihak Direktorat Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri. Sesi ini dilaksanakan pada tanggal 14 April 2026, di mana Bupati Roby menjelaskan secara detail berbagai terobosan yang telah dilakukan.
Presentasi tersebut mencakup bagaimana Bintan berhasil menciptakan skema pembiayaan di luar cara konvensional. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang baru bagi pembangunan daerah. Komitmen terhadap tata kelola yang baik menjadi fondasi kuat bagi setiap langkah inovatif yang diambil.
Advertisement
Advertisement
Kategori Pembiayaan Kreatif dan Kriteria Penilaian
Kategori creative financing secara khusus menyoroti kemampuan pemerintah daerah dalam menciptakan terobosan pembiayaan di luar skema konvensional. Penilaian ini menitikberatkan pada beberapa aspek krusial. Pemerintah Kabupaten Bintan berhasil unggul dalam seluruh kriteria yang ditetapkan oleh Kemendagri.
Beberapa poin penting dalam penilaian ini meliputi:
- Inovasi pajak dan retribusi daerah yang bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah.
- Efektivitas pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memberikan kontribusi maksimal.
- Pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) demi kesejahteraan publik secara berkelanjutan.
- Efisiensi pengelolaan barang milik daerah serta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
- Kerja sama dengan badan usaha melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPDBU).
Advertisement
Hasilnya, Bintan meraih penghargaan sebagai pemerintah daerah yang inovatif dalam mencari sumber pendanaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Bintan memiliki strategi yang matang dan implementasi yang efektif dalam mengoptimalkan potensi daerah.
Advertisement
Pengakuan Pusat dan Harapan Kemandirian Fiskal
Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 diselenggarakan oleh Kemendagri di Wyndham Opi Hotel Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (25/4) malam. Perhelatan ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap daerah yang sukses melakukan inovasi dan optimalisasi sumber daya pembangunan. Acara ini menjadi ajang apresiasi bagi daerah-daerah yang menunjukkan kinerja luar biasa.
Penilaian dalam ajang ini mencakup empat kategori utama, yaitu pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan serta stunting, dan peningkatan pembiayaan kreatif (creative financing). Kabupaten Bintan berhasil menonjol dalam kategori terakhir, menunjukkan keunggulannya dalam aspek finansial.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam acara tersebut menyampaikan pentingnya konsistensi dalam meraih opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang baik. Hal ini dipandang sebagai dasar kemandirian fiskal dan keberlanjutan pembangunan daerah di masa depan. Ia juga meminta seluruh daerah untuk terus memompa potensi yang ada guna memperkuat kemandirian fiskal, sehingga tidak tergantung sepenuhnya dari dana APBN. Pencapaian Bintan selaras dengan harapan Kemendagri untuk daerah yang mandiri secara fiskal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews