Pemkab Badung Evaluasi Aksi Percepatan PSBS, Fokus Optimalisasi Pengelolaan Sampah
Pemerintah Kabupaten Badung mengevaluasi program Aksi Percepatan PSBS. Langkah ini untuk memastikan pengelolaan sampah berbasis sumber daya berjalan optimal di masyarakat Badung.
Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, baru saja menyelesaikan evaluasi program Aksi Percepatan (Asper) Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS). Evaluasi ini dilakukan setelah periode pendataan intensif yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 25 Maret 2026. Tujuannya adalah untuk mengukur efektivitas edukasi dan pendataan yang telah dilaksanakan.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengungkapkan bahwa pendataan Asper PSBS menunjukkan hasil yang signifikan. Sebanyak 76,2 persen Kepala Keluarga (KK) telah disasar oleh perangkat daerah pengampu dan diedukasi mengenai pemilahan sampah.
Meskipun capaian ini positif, Bupati Adi Arnawa menekankan perlunya optimalisasi lebih lanjut. Fokus utama adalah pada sosialisasi pemilahan sampah berbasis sumber dan tidak hanya sebatas mendata kepala keluarga. Hal ini penting untuk memastikan pemahaman dan implementasi di tingkat rumah tangga.
Evaluasi Pendataan dan Edukasi PSBS Badung
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan hasil evaluasi pendataan Asper PSBS yang telah rampung. Pendataan ini menggunakan sistem khusus untuk memantau progres di lapangan. Hasilnya, sebanyak 76,2 persen KK di Badung telah terjangkau oleh program ini.
Perangkat daerah terkait berperan aktif dalam menyasar dan mengedukasi masyarakat Badung. Edukasi yang diberikan berfokus pada pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi pengelolaan sampah berkelanjutan di Badung.
Meskipun angka jangkauan cukup tinggi, Bupati Adi Arnawa menilai masih ada ruang untuk perbaikan. Sosialisasi harus lebih mendalam dan tidak hanya berhenti pada pendataan. Ini penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mengelola sampah.
Optimalisasi Sosialisasi dan Sarana Prasarana Pengelolaan Sampah
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa akselerasi sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat perlu dioptimalkan. Program Asper PSBS diharapkan menjadi motor penggerak perubahan perilaku. Ini termasuk memastikan setiap rumah tangga memahami cara memilah sampah dengan benar.
Selain edukasi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung juga diminta untuk menyiapkan sarana prasarana pengelolaan sampah. Ketersediaan fasilitas seperti teba modern, tong komposter, dan bag komposter menjadi prioritas. Hal ini mendukung praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
Penyediaan sarana prasarana yang memadai akan mempermudah masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan demikian, proses pemilahan dan pengolahan sampah organik di rumah tangga dapat berjalan efektif. Ini adalah langkah konkret menuju pengelolaan sampah yang lebih baik.
Fokus Penanganan Sampah Organik di Hulu
Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh untuk memastikan penanganan sampah di hulu. Bupati Adi Arnawa menyatakan akan terus melakukan sosialisasi intensif. Tujuannya adalah memastikan sampah benar-benar dipilah sejak dari rumah tangga.
Pihaknya juga telah memerintahkan para camat untuk mendata lokasi potensial. Lokasi ini akan diarahkan sebagai tempat penampungan sampah organik yang sudah dicacah. Ini merupakan bagian dari rantai pengelolaan sampah organik yang terintegrasi.
Prioritas utama adalah proses pencacahan sampah organik di tingkat awal. Setelah dicacah dan siap menjadi pupuk kompos, sampah akan didistribusikan ke tempat yang telah ditentukan. Ini mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi beban TPA.
Untuk wilayah yang belum memiliki TPS3R maupun mesin pencacah sampah organik, Pemkab Badung akan memberikan bantuan. Alternatifnya, kolaborasi dengan wilayah terdekat juga akan didorong. Ini memastikan semua wilayah memiliki kapasitas untuk mengelola sampah organik secara mandiri.
Sumber: AntaraNews