Pemilihan Rektor Unhas Periode 2026-2030 Digelar di Jakarta, Libatkan Menteri Diktisaintek
Keputusan penting telah diambil terkait Pemilihan Rektor Unhas Periode 2026-2030. Simak alasan mengapa agenda krusial ini akan digelar di Kampus Jakarta pada 12 Januari 2026, melibatkan Menteri Diktisaintek.
Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Universitas Hasanuddin (Unhas) Periode 2026-2030 telah menetapkan lokasi dan jadwal penyelenggaraan pemilihan rektor. Agenda penting ini akan dilaksanakan di Kampus Unhas Jakarta pada tanggal 12 Januari 2026 mendatang. Keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian rapat koordinasi dan konsultasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Menteri Diktisaintek.
Ishaq Rahman, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, menyampaikan bahwa penetapan ini merupakan hasil rapat koordinasi persiapan pemilihan Rektor Unhas 2026. Rapat krusial ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde MSi, Ketua PPR Prof. Dr. drg. Hasanuddin Tahir, MS, Sp.Perio(K), serta jajaran panitia dari unsur Rektorat, Senat Akademik, dan MWA Unhas.
Sebelumnya, wacana mengenai waktu pelaksanaan pemilihan rektor oleh MWA Unhas telah muncul pada pertengahan Januari 2026. Hal ini mencuat di sela kegiatan wawancara antara Menteri Diktisaintek Prof. Brian Yuliarto dengan ketiga calon Rektor Unhas Periode 2026-2030 yang berlangsung pada 22 Desember 2025. Konsultasi dan koordinasi intensif menjadi kunci dalam menentukan tanggal dan lokasi final.
Keputusan Lokasi dan Jadwal Pemilihan Rektor Unhas
Pemilihan Rektor Unhas untuk periode 2026-2030 secara resmi akan berlangsung pada 12 Januari 2026 di Kampus Unhas Jakarta. Penetapan lokasi dan tanggal ini merupakan hasil kesepakatan setelah melalui proses konsultasi mendalam dengan Menteri Diktisaintek dan koordinasi jadwal para anggota MWA. Keputusan ini diambil untuk memastikan kelancaran dan partisipasi maksimal dari seluruh pihak yang terlibat dalam proses penting ini.
Rapat koordinasi persiapan pemilihan Rektor Unhas 2026 yang digelar di Makassar menjadi forum utama dalam pengambilan keputusan tersebut. Ishaq Rahman menjelaskan bahwa seluruh jajaran panitia, termasuk perwakilan dari Rektorat, Senat Akademik, dan MWA Unhas, turut serta dalam pembahasan. Kehadiran Ketua MWA Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde MSi dan Ketua PPR Prof. Dr. drg. Hasanuddin Tahir, MS, Sp.Perio(K) menegaskan keseriusan dalam menjalankan tahapan pemilihan rektor.
Pertimbangan utama dalam penentuan jadwal adalah ketersediaan dan kesibukan para anggota MWA. Setelah berkoordinasi dengan jadwal para anggota MWA unsur tokoh masyarakat, tanggal 12 Januari 2026 disepakati sebagai waktu yang paling memungkinkan. Proses ini menunjukkan komitmen untuk mengakomodasi berbagai kepentingan demi suksesnya Pemilihan Rektor Unhas.
Alasan Pemilihan di Jakarta dan Kehadiran Tokoh Penting
Keputusan untuk menyelenggarakan pemilihan rektor di Jakarta didasari oleh kebutuhan untuk memfasilitasi kesibukan sejumlah anggota MWA yang memiliki jadwal padat. Anggota MWA dari unsur ex-officio, seperti Menteri Diktisaintek dan Ketua IKA Unhas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, serta anggota MWA dari unsur masyarakat, memiliki peran krusial dalam proses pemilihan ini. Oleh karena itu, lokasi di Jakarta dianggap strategis untuk mengakomodasi kehadiran mereka.
Beberapa nama besar yang termasuk dalam anggota MWA unsur masyarakat antara lain Tony Wenas, yang dikenal sebagai CEO Freeport, Arsyad Rasjid, seorang pengusaha nasional terkemuka, dan Prof. Dr. Sangkot Marzuki, seorang ilmuwan ternama. Kehadiran tokoh-tokoh ini sangat penting karena mereka membawa perspektif dan pengalaman berharga dalam menentukan pemimpin Unhas ke depan.
Meskipun unsur Kementerian Diktisaintek rencananya akan diwakili oleh Wakil Menteri, tidak menutup kemungkinan Menteri Diktisaintek sendiri, Prof. Brian Yuliarto, akan hadir. Kehadiran beliau secara langsung akan sangat berarti bagi jalannya pemilihan. Fleksibilitas ini menunjukkan upaya maksimal untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam proses Pemilihan Rektor Unhas.
Tahapan Selanjutnya Menuju Rektor Baru Unhas
Dengan ditetapkannya lokasi dan jadwal, Panitia Pemilihan Rektor segera bergerak untuk melakukan persiapan teknis yang diperlukan. Persiapan ini mencakup berbagai aspek logistik dan administratif guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sesuai prosedur. Fokus utama adalah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk proses pemilihan yang transparan dan akuntabel.
Proses pemilihan rektor ini merupakan bagian integral dari Rapat Paripurna Terbuka Luar Biasa. Rapat ini khusus diselenggarakan dalam rangka Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026-2030. Tahapan ini menandai puncak dari serangkaian seleksi dan penilaian yang telah dilakukan sebelumnya, untuk memilih pemimpin yang akan membawa Unhas menuju kemajuan di masa mendatang.
Semua pihak berharap Pemilihan Rektor Unhas dapat menghasilkan pemimpin yang visioner dan mampu membawa Universitas Hasanuddin mencapai prestasi yang lebih tinggi. Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari internal kampus hingga kementerian dan tokoh masyarakat, menunjukkan pentingnya posisi rektor dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.
Sumber: AntaraNews