Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp1,5 Miliar untuk Program Jamban Sehat di Penajam Paser Utara
Pemerintah pusat mengalokasikan DAK Rp1,5 miliar untuk program jamban sehat bagi 163 keluarga kurang mampu di Penajam Paser Utara, Kaltim, guna tingkatkan sanitasi & cegah stunting.
Pemerintah pusat menunjukkan komitmen kuat dalam peningkatan kualitas sanitasi masyarakat melalui penyaluran bantuan signifikan. Sebanyak 163 keluarga kurang mampu di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, akan menerima fasilitas jamban sehat. Bantuan ini merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2026 yang mencapai Rp1,5 miliar.
Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sanitasi yang belum memenuhi standar kesehatan dan lingkungan di wilayah tersebut. Banyak jamban masyarakat masih ditemukan belum layak, berpotensi menimbulkan pencemaran serta penyebaran bakteri. Oleh karena itu, program jamban sehat terus didorong untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Program ini diprioritaskan bagi keluarga yang terdaftar dalam basis data Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Termasuk di dalamnya adalah kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terhadap stunting. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga penerima.
Bantuan Sanitasi Modern untuk Keluarga Prasejahtera
Pemerintah pusat melalui DAK 2026 mengalokasikan sekitar Rp1,5 miliar untuk program jamban sehat di Penajam Paser Utara, menyasar 163 kepala keluarga. Keluarga penerima bantuan ini akan mendapatkan septictank pabrikan berteknologi biofilter. Teknologi ini dinilai lebih kedap dan aman dibandingkan septictank konvensional yang umum digunakan masyarakat.
Septictank yang diberikan memiliki kedalaman sekitar 1,65 meter dengan kapasitas 800 liter, sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Bantuan ini diberikan melalui pola swakelola dengan pendampingan fasilitator, memastikan proses pembangunan berjalan optimal. Penerima program juga akan memperoleh material utama pembangunan jamban, termasuk septictank, pipa, bilik, hingga kloset.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Jimmy Julianto, menyatakan bahwa kebutuhan sanitasi sehat di wilayahnya masih sangat besar. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan sanitasi yang layak.
Sinergi Anggaran Daerah dan Pusat untuk Sanitasi Optimal
Selain dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengalokasikan dana pendamping. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten menyumbang sekitar Rp400 juta. Dana ini khusus dialokasikan untuk perbaikan bilik dan kloset, melengkapi bantuan dari DAK.
Jimmy Julianto menjelaskan bahwa tangki bawah tanah kedap air (septictank) dan pipa jamban sehat dibiayai melalui DAK dari pemerintah pusat. Sementara itu, komponen bilik dan kloset ditopang oleh dana APBD kabupaten. Sinergi anggaran ini memastikan pembangunan jamban sehat dapat terlaksana secara komprehensif dan berkualitas.
Program ini merupakan bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan, dengan sasaran utama 110 kepala keluarga di Kelurahan Maridan dan 53 kepala keluarga di Kelurahan Riko. Sebelumnya, sejak tahun 2024, pemerintah kabupaten telah membangun jamban sehat untuk 11 keluarga kurang mampu di Kelurahan Pantai Lango, dan pada tahun 2025 sebanyak 23 unit di Desa Babulu Laut, seluruhnya bersumber dari APBD kabupaten.
Mewujudkan Lingkungan Sehat dan Bebas Stunting
Program jamban sehat ini merupakan investasi penting untuk kesehatan masyarakat jangka panjang. Sanitasi yang buruk dapat menjadi sumber berbagai penyakit dan berkontribusi pada masalah gizi seperti stunting. Dengan menyediakan fasilitas sanitasi yang layak, pemerintah berupaya memutus mata rantai penyebaran penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.
Penggunaan septictank biofilter yang kedap air menjadi kunci dalam menjaga kebersihan lingkungan. Teknologi ini mencegah limbah mencemari tanah dan sumber air, yang merupakan masalah serius dari septictank konvensional. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Penajam Paser Utara berperan aktif dalam mengidentifikasi keluarga penerima. Pemilihan berdasarkan basis data memastikan bantuan tepat sasaran, khususnya bagi mereka yang paling membutuhkan dan berisiko.
Sumber: AntaraNews