Pemerintah Kabupaten Batang Segera Bangun Sekolah Rakyat Tekan Angka Putus Sekolah
Pemkab Batang berkomitmen membangun Sekolah Rakyat Batang seluas 8,3 hektare di Kecamatan Subah untuk mengatasi tingginya angka anak putus sekolah dan meningkatkan akses pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Batang mengambil langkah strategis dengan segera membangun sekolah rakyat di Kecamatan Subah. Inisiatif ini bertujuan menekan angka anak putus sekolah yang masih tinggi di wilayah tersebut. Proyek ambisius ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 8,3 hektare.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo, menjelaskan bahwa kesiapan lahan dan infrastruktur menjadi faktor krusial. Pembangunan akan difokuskan di Desa Clapar karena lokasinya strategis dan didukung fasilitas memadai. Keputusan ini menunjukkan keseriusan Pemkab dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sekolah rakyat ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi ribuan anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan formal. Dengan fasilitas baru, Pemkab Batang berupaya mengembalikan mereka ke bangku sekolah. Ini merupakan upaya konkret untuk masa depan generasi muda Batang.
Lokasi Strategis dan Dukungan Infrastruktur untuk Sekolah Rakyat Batang
Pemerintah Kabupaten Batang telah menetapkan Desa Clapar di Kecamatan Subah sebagai lokasi pembangunan sekolah rakyat. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan matang terkait kesiapan teknis. Wilayah Clapar menawarkan akses mudah ke permukiman perkotaan serta jaringan listrik dan PDAM yang sudah memadai.
Willopo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, mengungkapkan bahwa semula rencana pembangunan berada di Kecamatan Bandar. Namun, setelah evaluasi mendalam, lokasi dipindahkan ke Clapar. Lahan di Kecamatan Bandar masih masuk kategori pertanian pangan berkelanjutan, sehingga tidak ideal untuk pembangunan fasilitas pendidikan skala besar.
Keputusan pemindahan lokasi ini tidak hanya didasari oleh faktor teknis semata. Antusiasme masyarakat Desa Clapar juga menjadi pendorong kuat bagi pemerintah daerah. Dukungan penuh dari warga diharapkan mempercepat proses pembangunan dan keberhasilan program ini.
Menekan Angka Putus Sekolah dengan Fasilitas Pendidikan Baru
Keberadaan sekolah rakyat ini sangat mendesak mengingat tingginya jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Batang. Data Pokok Pendidikan per akhir April 2026 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat 551 siswa sekolah dasar, 1.400 siswa sekolah menengah pertama, dan 1.145 siswa SMA/SMK telah putus sekolah.
Total lebih dari tiga ribu anak di Batang saat ini tidak lagi melanjutkan pendidikan formal mereka. Willopo menegaskan bahwa sekolah rakyat ini menargetkan sekitar 2.000 anak. Mereka akan menjadi sasaran utama agar dapat kembali mengenyam pendidikan yang layak.
Camat Subah, Moh Yasin, menyambut baik inisiatif ini, menyebut sekolah rakyat sebagai jawaban atas minimnya fasilitas pendidikan tingkat atas. Di Kecamatan Subah, hanya ada satu SMA yang tersedia. Kehadiran sekolah rakyat akan sangat mendukung peningkatan akses pendidikan bagi warga setempat.
Sumber: AntaraNews