Pembangunan RSUD Kerinci Dimulai, Akses Kesehatan Warga Jambi Kian Dekat
Pemerintah Provinsi Jambi memulai pembangunan RSUD Kerinci di Bukit Tengah, langkah strategis mendekatkan akses kesehatan masyarakat. Proyek Rp137,5 miliar ini ditargetkan selesai Desember.
Pemerintah Provinsi Jambi mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kerinci dengan memulai pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru. Proyek ini bertujuan utama mendekatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Kerinci. Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas vital ini telah dilakukan oleh Gubernur Jambi, Al Haris, di kawasan Bukit Tengah, Kabupaten Kerinci, pada Minggu (05/7) lalu.
Pembangunan RSUD Kerinci ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat setempat yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan medis. Gubernur Al Haris menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit baru ini diharapkan dapat mempersingkat akses, mengurangi rujukan pasien ke luar daerah, serta secara signifikan meningkatkan standar pelayanan medis di wilayah tersebut. Inisiatif ini merupakan hasil perjuangan pemerintah daerah melalui pengajuan ke Kementerian Kesehatan.
Sejak pemekaran Kabupaten Kerinci menjadi dua daerah administratif pada tahun 2008, wilayah ini belum memiliki rumah sakit umum daerah sendiri, dengan RSUD H.A Thalib secara administratif masuk ke Kota Sungai Penuh. Kondisi ini membuat kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Kerinci sangat mendesak guna mendekatkan layanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan masyarakat Kerinci dapat segera menikmati layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau dan berkualitas.
Meningkatkan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Gubernur Jambi Al Haris menyatakan optimisme bahwa pembangunan RSUD Kerinci akan membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat. Rumah sakit ini dirancang untuk memperpendek jarak tempuh pasien, sehingga tidak perlu lagi melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan di luar daerah. Hal ini akan sangat membantu warga yang membutuhkan penanganan medis segera dan intensif.
Selain itu, RSUD Kerinci diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan medis secara keseluruhan. Dengan fasilitas yang lebih modern dan lengkap, masyarakat Kerinci tidak perlu lagi bergantung pada rumah sakit di Sumatera Barat atau Kota Jambi untuk penanganan penyakit tertentu. Ini adalah langkah maju dalam pemerataan akses kesehatan di Provinsi Jambi.
Rencananya, RSUD ini akan dilengkapi dengan layanan spesialis seperti cuci darah (hemodialisis), pusat jantung, dan kemoterapi. Ketersediaan layanan-layanan krusial ini akan memastikan bahwa pasien dengan kondisi medis kompleks dapat ditangani secara lokal. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang komprehensif.
Detail Anggaran dan Target Pembangunan RSUD Kerinci
Pembangunan RSUD Kerinci didukung dengan alokasi anggaran yang substansial, mencapai Rp137,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini mencakup biaya konstruksi fisik rumah sakit. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana lebih dari Rp50 miliar khusus untuk pengadaan alat-alat kesehatan modern.
Proyek ambisius ini direncanakan akan selesai dalam satu tahun anggaran. Gubernur Al Haris menargetkan pembangunan fisik rampung pada bulan Desember tahun ini, bersamaan dengan proses pengadaan alat kesehatan. Dengan demikian, RSUD Kerinci diharapkan sudah dapat beroperasi penuh pada tahun 2027, siap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.
Bupati Kerinci, Monadi, menjelaskan bahwa rumah sakit ini akan dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektare dan dirancang sebagai rumah sakit tipe C. Klasifikasi ini menunjukkan bahwa RSUD Kerinci akan mampu menyediakan pelayanan medis dasar dan spesialis terbatas, sesuai dengan kebutuhan daerah. Desain dan fasilitas yang direncanakan akan mendukung efisiensi pelayanan.
Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Harapan Kedepan
Keberhasilan pembangunan RSUD Kerinci tidak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Bupati Kerinci Monadi menyampaikan apresiasi kepada pimpinan DPRD yang telah berperan aktif dalam mengalokasikan tanah serta pembiayaan awal proyek ini. Dukungan lintas sektor ini menjadi kunci percepatan realisasi pembangunan.
Gubernur Al Haris juga menyoroti pentingnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM) medis, khususnya dokter spesialis. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah akan meluncurkan program pendidikan dokter spesialis. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas dokter spesialis yang bertugas di daerah, memastikan pelayanan yang optimal.
Monadi turut mengimbau seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kerinci untuk memberikan dukungan penuh dan turut serta menjaga proses pembangunan fasilitas kesehatan ini. Partisipasi aktif masyarakat sangat vital agar proyek berjalan lancar dan sesuai target. Dengan sinergi yang kuat, RSUD Kerinci dapat segera menjadi pusat layanan kesehatan kebanggaan warga.
Sumber: AntaraNews