Pelatih Tomas Trucha Ungkap PSM Makassar Kecewa Berat Usai Gagal Lanjutkan Momentum Kemenangan
PSM Makassar kecewa berat setelah takluk 0-2 dari Dewa United di pekan ke-21 BRI Super League, membuat momentum kemenangan sebelumnya terbuang sia-sia dan memicu evaluasi mendalam dari pelatih Tomas Trucha.
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyatakan kekecewaan mendalam atas hasil yang diraih tim asuhannya. Juku Eja harus mengakui keunggulan Dewa United dengan skor 0-2 dalam laga pekan ke-21 BRI Super League yang berlangsung pada Sabtu lalu. Kekalahan ini membuat PSM Makassar gagal melanjutkan tren positif yang telah mereka bangun sebelumnya.
Pertandingan yang digelar di kandang PSM Makassar tersebut menjadi sorotan utama. Dua gol Dewa United dicetak oleh Vico Duarte dan Alex Martins, yang tak mampu dibalas oleh skuad asuhan Trucha. Hasil minor ini sekaligus menghentikan momentum kemenangan PSM Makassar setelah berhasil meraih tiga poin pada pekan sebelumnya.
Trucha, pelatih berkebangsaan Republik Ceko, menegaskan bahwa hasil ini memerlukan evaluasi serius bagi timnya. Ia berharap PSM Makassar dapat segera bangkit pada pertandingan selanjutnya. Kekecewaan ini menjadi pemicu bagi tim untuk memperbaiki performa dan strategi di sisa kompetisi.
Evaluasi Performa dan Insiden Kartu Merah
Tomas Trucha tidak menampik bahwa performa PSM Makassar pada pertandingan tersebut sangat buruk sejak awal. "Kami cuma melihat Dewa United memainkan bola, itu seperti mengirimkan sinyal kepada mereka, kita tinggal menunggu mereka mencetak gol," ungkap Trucha, menggambarkan dominasi lawan yang jelas terlihat. Kondisi ini menjadi perhatian utama bagi staf pelatih untuk segera diatasi.
Pergantian pemain dilakukan setelah babak pertama untuk mencoba memperbaiki keadaan. "Setelah babak pertama kami melakukan beberapa perbaikan, kami melakukan beberapa pergantian pemain," jelas Trucha. Meskipun ada sedikit peningkatan dalam penguasaan bola, hal itu tidak cukup untuk memberikan tekanan signifikan ke pertahanan Dewa United.
Situasi semakin sulit bagi PSM Makassar ketika pemain bertahan Victor Luiz diganjar kartu merah pada menit ke-75. Insiden ini memaksa Juku Eja bermain dengan 10 orang, menambah beban tim yang sudah tertinggal. Kartu merah tersebut turut mempengaruhi jalannya pertandingan dan menutup peluang PSM Makassar untuk mengejar ketertinggalan.
Atas hasil yang mengecewakan ini, Trucha menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar setia PSM Makassar. "Terkait hasil, kami ingin meminta maaf kepada fans kami," tambahnya, menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap suporter. Permintaan maaf ini menjadi bentuk komitmen tim untuk berusaha lebih baik di laga berikutnya.
Posisi Klasemen dan Tantangan Berikutnya
Kekalahan dari Dewa United menahan PSM Makassar di posisi ke-13 klasemen sementara BRI Super League. Tim ini kini mengumpulkan 23 poin dari 21 pertandingan yang telah dijalani. Mereka masih unggul delapan poin dari zona degradasi, namun posisi ini jauh dari target yang diharapkan oleh tim juara bertahan.
Momentum kemenangan yang seharusnya bisa dimanfaatkan setelah mengalahkan PSBS Biak kini terbuang sia-sia. "Sebelumnya kami menang melawan Biak, seharusnya ini menjadi momentum, tapi semuanya terbuang sia-sia," kata Trucha dengan nada kecewa. Hal ini menandakan pentingnya konsistensi dalam setiap pertandingan.
PSM Makassar akan menghadapi ujian berat pada pertandingan selanjutnya di pekan ke-22 Super League. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Persija Jakarta. Laga ini akan berlangsung di Stadion JIS, Jakarta, pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 20.30 WIB.
Pertandingan melawan Persija Jakarta diprediksi akan menjadi tantangan besar bagi PSM Makassar untuk bangkit dari keterpurukan. Kemenangan di laga tandang ini sangat krusial untuk memperbaiki posisi di klasemen dan mengembalikan kepercayaan diri tim. Seluruh elemen tim diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan maksimal.
Sumber: AntaraNews