Pelatih PSM Soroti Ketidakaktifan VAR BRI Super League Saat Lawan Persija

Pelatih PSM Makassar Thomas Trucha menyoroti tidak berfungsinya VAR BRI Super League dalam laga kontra Persija, mempertanyakan keadilan kompetisi dan menilai timnya pantas meraih poin.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pelatih PSM Soroti Ketidakaktifan VAR BRI Super League Saat Lawan Persija
Pelatih PSM Makassar Thomas Trucha menyoroti tidak berfungsinya VAR BRI Super League dalam laga kontra Persija, mempertanyakan keadilan kompetisi dan menilai timnya pantas meraih poin. (AntaraNews)

Pelatih PSM Makassar, Thomas Trucha, melayangkan kritik keras terhadap ketidakaktifan Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan BRI Super League melawan Persija Jakarta. Peristiwa ini terjadi di Jakarta International Stadium pada Jumat, 21 Februari, di mana PSM menelan kekalahan tipis 1-2 dari tim tuan rumah. Thomas Trucha mengungkapkan kekecewaannya atas insiden tersebut, mengingat pentingnya VAR untuk menjaga keadilan dalam setiap laga.

Menurut pelatih asal Ceko ini, timnya baru mendapatkan informasi mengenai VAR yang tidak berfungsi saat sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Ketiadaan VAR ini, kata Thomas, sangat mempengaruhi jalannya laga dan keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar operasional VAR dalam kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia.

Thomas Trucha merasa timnya seharusnya bisa membawa pulang setidaknya satu poin dari pertandingan sengit tersebut, meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan Persija. Ia menegaskan bahwa konsistensi penggunaan VAR adalah kunci untuk menjamin fair play di seluruh pertandingan BRI Super League. Kritik ini menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap implementasi teknologi VAR di liga domestik.

Thomas Trucha menyatakan bahwa ketidakaktifan VAR saat melawan Persija Jakarta adalah masalah serius yang patut disoroti. Ia mengungkapkan timnya baru diberitahu bahwa VAR sedang diperbaiki dan tidak aktif saat pemanasan. Penantian akan kepastian fungsi VAR bahkan berlanjut hingga jeda babak pertama, namun tanpa hasil yang jelas.

Pelatih PSM ini menegaskan bahwa penggunaan VAR harus konsisten di setiap pertandingan untuk menjaga asas keadilan kompetisi. "Jika VAR sudah digunakan di liga, maka seharusnya semua pertandingan setiap pekan menggunakan VAR. Ini penting untuk fair play," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya standar yang sama bagi semua tim yang berkompetisi di BRI Super League.

Ketidakaktifan VAR, menurut Thomas, tidak hanya memengaruhi kedua tim yang bertanding tetapi juga perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan krusial. Situasi ini berpotensi mengubah dinamika permainan dan hasil akhir laga. Konsistensi dalam penerapan teknologi VAR menjadi tuntutan utama untuk integritas kompetisi.

Meskipun kalah, Thomas Trucha menilai timnya tampil kompetitif dan memiliki peluang besar untuk mengamankan hasil imbang. Para pemain PSM merasa kecewa karena merasa punya kesempatan minimal untuk mendapatkan satu poin dari laga tersebut. "Sepak bola soal memaksimalkan peluang. Kami melakukan satu kesalahan dan langsung dihukum," kata Thomas.

Pelatih asal Ceko itu juga menjelaskan bahwa PSM mampu memberikan perlawanan yang baik, terutama melalui perubahan pendekatan taktik. Timnya sengaja tampil lebih agresif dengan menekan tinggi sejak awal pertandingan, berbeda dengan strategi bertahan yang biasa diterapkan. Pendekatan ini sempat mengejutkan lawan dan bekerja dengan baik dalam beberapa momen.

Tekanan yang diberikan PSM sempat membuat Persija berada dalam situasi sulit, meskipun pada akhirnya tim lawan mampu mencetak gol penentu kemenangan di babak kedua. Thomas Trucha mengapresiasi semangat juang dan adaptasi taktik yang ditunjukkan oleh para pemainnya. Performa ini menunjukkan potensi PSM untuk bersaing di papan atas BRI Super League.

Pertandingan antara PSM dan Persija Jakarta diwarnai banyak duel keras dan sejumlah pemain yang terjatuh. Thomas Trucha menegaskan bahwa hal tersebut bukan disebabkan oleh kondisi lapangan Jakarta International Stadium. Ia menjelaskan bahwa lapangan cukup baik untuk bermain, meskipun tidak sempurna.

Menurut Thomas, banyaknya duel dan insiden di lapangan lebih disebabkan oleh intensitas pertandingan yang tinggi dan tekanan yang diberikan oleh PSM. Kedua tim bermain dengan agresivitas tinggi, menciptakan laga yang penuh tensi dan kontak fisik. Hal ini menunjukkan bahwa kedua tim berjuang keras untuk memperebutkan kemenangan di BRI Super League.

Komentar ini memberikan gambaran bahwa pertandingan berjalan sangat ketat dan menguras fisik pemain. Meskipun demikian, pelatih PSM tidak mengeluhkan kondisi infrastruktur lapangan. Fokus utamanya tetap pada konsistensi penerapan VAR dan performa timnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi