PDIP Serang Dedi Mulyadi: Enggak Usah Ikut-Ikutan Ngurus Jakarta
Hal ini dia nilai berkaitan dengan rasa iri hati terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain.
Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli, meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak perlu ikut-ikutan mengurus Jakarta. Lebih baik, Dedi fokus mengurus Jabar saja.
Hal ini menanggapi Dedi yang bisa memberikan gaji Rp10 juta jika menjadi pemimpin Jakarta dengan besarnya APBD Jakarta.Romli awalnya menyinggung pepatah rumput tetangga yang lebih hijau.
Hal ini dia nilai berkaitan dengan rasa iri hati terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain.
"Saya tidak paham maksud pernyataan Kang Dedi, apa dia seperti yang dikatakan pepatah 'rumput tetangga lebih hijau' yang menggambarkan perasaan seseorang yang selalu merasa apa yang dimiliki orang lain lebih baik atau lebih bagus daripada yang mereka miliki," kata Romli kepada wartawan, Selasa (13/5).
"Ini bisa terkait dengan ketidakpuasan pada diri sendiri atau rasa iri hati terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain," sambungnya.
Fokus Urus Jabar
Menurutnya, bagi-bagi uang untuk setiap Kepala Keluarga (KK) tidak berarti adil. Sebab, tidak semua KK di Jakarta layak diberikan itu.
"Masa keluarga yang kaya juga diberikan uang?" ujarnya.
Romli menilai, prinsip keadilan adalah sesuai kebutuhan. Misalnya, bantuan-bantuan mestinya diberikan kepada warga Jakarta yang membutuhkan seperti KJP, KJS, KMJU, Bansos, menggratiskan transportasi publik untuk 15 golongan, serta hibah-hibah lainnya yang harus tepat sasaran.
“Bukan dibagi-dibagi enggak jelas yang tidak tepat sasaran. Saya kira Kang Dedi dipilih warga Jabar untuk fokus ngurus Jabar, tidak perlu ikut-ikut ngurus Jakarta," imbuh Guntur Romli.
Konsep Dedi Mulyadi untuk Jakarta
Diberitakan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan dengan besarnya APBD Jakarta, dia dapat memberikan gaji Rp10 juta jika menjadi pemimpin Jakarta.
Hal itu dia sampaikan saat acara Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) 2025 di Bandung, Selasa (6/5).
"Kalau di Jakarta itu dari Rp10 juta, ada dua juta kepala keluarga. Itu orang Jakarta bisa digaji per kepala keluarga Rp10 juta, karena Rp10 juta di kali dua juta hanya Rp20 triliun, kalau saya gubernurnya, saya bagi," kata Dedi.