PDGI Prioritaskan Kesehatan Gigi Anak Pascabencana di Gayo Lues
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) memberikan layanan kesehatan gigi gratis di Gayo Lues pascabencana, fokus pada anak-anak yang terdampak untuk mengatasi akses terbatas.
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Provinsi Aceh dan PDGI Cabang Gayo Lues, bekerja sama dengan berbagai relawan, memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut gratis di Desa Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Sabtu (31/1). Kegiatan bakti sosial ini merupakan respons cepat terhadap kondisi masyarakat pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan akses kesehatan gigi tetap tersedia bagi warga yang terdampak bencana.
Sekitar 10 dokter gigi dari PDGI Provinsi Aceh dan cabang Gayo Lues diterjunkan langsung ke lokasi untuk memberikan pelayanan optimal. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan menyeluruh serta tindakan medis seperti pencabutan gigi susu yang bermasalah dan penambalan gigi berlubang. Fokus utama kegiatan ini adalah membantu anak-anak yang rentan terhadap masalah kesehatan gigi setelah bencana.
Ketua PDGI Aceh, drg. Supriady, menjelaskan bahwa akses terhadap layanan kesehatan umum maupun gigi dan mulut menjadi sangat terbatas setelah bencana. Oleh karena itu, program pemeriksaan gratis ini menjadi krusial untuk menjangkau masyarakat yang terisolasi. Harapannya, kegiatan ini dapat memulihkan sebagian akses layanan kesehatan esensial bagi warga Gayo Lues.
Akses Kesehatan Terbatas Pascabencana di Gayo Lues
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Pining, Gayo Lues, pada akhir November 2025 telah menyebabkan berbagai dampak serius, termasuk terhambatnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Infrastruktur yang rusak dan kondisi geografis yang menantang membuat warga kesulitan mendapatkan penanganan medis yang memadai. Keterbatasan ini menjadi perhatian utama bagi organisasi kemanusiaan dan profesi kesehatan.
drg. Supriady menegaskan pentingnya layanan kesehatan keliling seperti yang dilakukan PDGI untuk menjembatani kesenjangan tersebut. "Dengan kegiatan ini, harapannya akses pelayanan kesehatan, terutama kesehatan gigi dan mulut, itu bisa dijangkau oleh masyarakat yang terisolasi akibat banjir yang terjadi satu bulan belakang," ujarnya. Inisiatif ini memastikan bahwa kebutuhan dasar kesehatan masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi sulit.
Masyarakat di Desa Pertik, khususnya, menyambut baik kehadiran tim dokter gigi dan relawan. Warga seperti Siti (50) mengungkapkan rasa senangnya karena baru kali ini mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan pascabencana. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya bantuan semacam ini bagi pemulihan dan kesejahteraan warga terdampak.
Permasalahan Gigi Anak dan Penanganannya
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter gigi, ditemukan bahwa permasalahan kesehatan gigi pada anak-anak di Gayo Lues cukup beragam dan memerlukan perhatian khusus. Salah satu masalah yang jamak ditemukan adalah karies atau gigi berlubang, yang seringkali tidak tertangani dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan mengganggu aktivitas sehari-hari anak.
Selain karies, persistensi atau kondisi gigi susu yang tidak tanggal sesuai waktunya juga menjadi temuan umum. drg. Supriady menjelaskan, "Hampir rata di anak-anak kita, giginya karies, berlubang, kemudian persistensi. Harusnya gigi susunya sudah dicabut, tapi belum dicabut." Kondisi persistensi dapat mengganggu pertumbuhan gigi permanen dan memerlukan tindakan pencabutan.
Tim dokter gigi langsung melakukan tindakan yang diperlukan di tempat, seperti pencabutan sisa akar gigi susu dan penambalan gigi berlubang. Bagi anak-anak yang mengalami rasa sakit, diberikan obat pereda nyeri untuk mengurangi ketidaknyamanan. Penanganan cepat dan tepat ini diharapkan dapat mencegah komplikasi lebih lanjut pada kesehatan gigi anak-anak.
Program Berkelanjutan PDGI di Aceh
Layanan pemeriksaan gigi gratis di Gayo Lues ini bukanlah yang pertama kali diselenggarakan oleh PDGI Aceh. Sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tamiang, menunjukkan komitmen PDGI dalam memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat. Inisiatif ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan.
Setelah Gayo Lues, PDGI Aceh juga berencana untuk melanjutkan program bakti sosial ini ke wilayah lain di Provinsi Aceh. Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah menjadi target berikutnya untuk mendapatkan layanan pemeriksaan gigi dan mulut gratis. Perluasan jangkauan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.
Selain pemeriksaan gigi dan mulut, bakti sosial di Gayo Lues juga dimeriahkan dengan pemeriksaan kesehatan umum dan khitanan massal gratis. Integrasi berbagai layanan kesehatan dalam satu kegiatan menunjukkan pendekatan holistik PDGI dan relawan dalam membantu masyarakat. Upaya ini mencerminkan sinergi positif antara organisasi profesi dan elemen masyarakat.
Sumber: AntaraNews