PAPDI Tekankan Edukasi dan Vaksinasi Kunci Pencegahan Wabah Campak
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menegaskan edukasi publik dan vaksinasi adalah investasi penting dalam upaya pencegahan wabah campak di Indonesia.
Jakarta – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) melalui Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa, dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, menyoroti urgensi edukasi masyarakat dan peningkatan cakupan vaksinasi. Hal ini menjadi langkah fundamental untuk menekan penyebaran campak di seluruh wilayah Indonesia.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi tersebut menjelaskan bahwa upaya pencegahan campak harus dilakukan secara komprehensif. Ini melibatkan kolaborasi aktif antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat.
Menurut dr. Sukamto, vaksinasi merupakan bentuk investasi kesehatan jangka panjang yang jauh lebih efisien. Biaya yang dikeluarkan untuk vaksinasi akan lebih kecil dibandingkan kerugian besar akibat wabah campak.
Vaksinasi: Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Dr. Sukamto Koesnoe menjelaskan bahwa biaya vaksin campak berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per dosis. Angka ini relatif kecil jika dibandingkan dengan dampak finansial dan sosial yang ditimbulkan oleh wabah campak.
Wabah penyakit menular seperti campak dapat menyebabkan biaya perawatan rumah sakit yang tinggi. Selain itu, wabah juga berpotensi menimbulkan kerugian produktivitas masyarakat secara luas.
Rendahnya cakupan vaksinasi berisiko besar membuka peluang virus campak untuk menyebar lebih luas. Terutama pada kelompok masyarakat yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.
Data PAPDI menunjukkan bahwa cakupan imunisasi campak-rubella dosis pertama mengalami penurunan dari 92 persen menjadi 82 persen pada tahun 2025. Sementara itu, dosis kedua juga menurun dari 82,3 persen menjadi 77,6 persen. Angka ini masih jauh di bawah target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 95 persen untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.
Edukasi dan Peran Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan Campak
Edukasi dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Edukasi juga berperan penting dalam mengatasi keraguan terhadap program vaksinasi.
Tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar dan mudah dipahami kepada pasien. Komunikasi yang aktif, jelas, dan persuasif dari dokter dapat meningkatkan penerimaan vaksinasi.
PAPDI mencatat lebih dari 6.300 dokter spesialis penyakit dalam di seluruh Indonesia siap berperan sebagai agen edukasi. Mereka akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi campak.
Maraknya misinformasi di media sosial menjadi salah satu faktor utama penurunan cakupan vaksinasi campak di Indonesia. Kelompok anti-vaksin, meskipun tidak dominan, dapat membuat masyarakat bingung dan ragu karena penyebaran informasi yang tidak akurat secara viral.
Sumber: AntaraNews