Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi meluncurkan program imunisasi campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes-named) di rumah sakit Kemenkes dan RSUD. Inisiatif ini menyasar 14 provinsi dengan jumlah kasus campak tertinggi di Indonesia, serta mencakup dokter internship di seluruh wilayah. Kick off imunisasi ini bertujuan untuk melindungi para garda terdepan kesehatan dari risiko penularan campak yang tinggi.
Program imunisasi campak ini akan diberikan kepada total 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan yang bertugas di 14 provinsi prioritas. Selain itu, 28.321 dokter umum dan dokter gigi intensif di seluruh Indonesia juga menjadi bagian dari target penerima vaksin ini. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat kekebalan komunitas di lingkungan fasilitas kesehatan.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa hingga saat konferensi pers, sebanyak 565 tenaga kesehatan dan tenaga medis telah menerima imunisasi campak. Kemenkes berkomitmen memastikan seluruh target sasaran mendapatkan vaksinasi secara menyeluruh. Pemberian vaksin ini merupakan upaya preventif yang krusial.
Advertisement
Advertisement
Target dan Pelaksanaan Imunisasi Campak Nakes
Program imunisasi campak Kemenkes menargetkan total 262.362 tenaga medis dan tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Selain itu, 28.321 dokter umum dan dokter gigi intensif di seluruh Indonesia juga menjadi bagian penting dari program ini. Fokus pada kelompok berisiko tinggi ini diharapkan dapat menekan angka penularan campak di fasilitas kesehatan.
Andi Saguni menjelaskan bahwa terdapat ketentuan khusus dalam pemberian vaksin campak ini. Tenaga kesehatan atau tenaga medis yang telah memiliki riwayat imunisasi campak dua dosis tidak perlu mendapatkan vaksin tambahan. Namun, bagi mereka yang baru menerima satu dosis, akan diberikan satu dosis tambahan untuk melengkapi perlindungan.
Apabila seorang tenaga kesehatan belum memiliki riwayat imunisasi campak sama sekali, mereka akan menerima dua dosis vaksin dengan interval minimal 28 hari antara dosis pertama dan kedua. Setiap dosis yang diberikan berukuran 0,5 ml dan disuntikkan secara subkutan, yaitu ke jaringan lemak di bawah kulit. Prosedur ini memastikan efektivitas vaksinasi.
Advertisement
Advertisement
Dukungan dan Apresiasi dari Daerah
Langkah cepat Kementerian Kesehatan dalam melindungi para nakes-named dari campak melalui imunisasi mendapat apresiasi tinggi dari berbagai daerah. Direktur RSUD Kota Bandung, Nitta Kurniati, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. RSUD Kota Bandung, melalui Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi, telah menyediakan sekitar 20 vial vaksin MR untuk 160 sasaran di rumah sakit tersebut.
Senada dengan itu, Direktur Utama RS Adam Malik Medan, Zainal Safri, menyambut baik program imunisasi ini. Menurutnya, imunisasi campak sangat penting dan harus dilaksanakan di seluruh Indonesia, terutama mengingat riwayat imunisasi campak pada orang dewasa di masa lalu mungkin belum optimal. Harapannya, kejadian campak pada tenaga medis dewasa dapat dicegah.
RS Adam Malik Medan telah menerima 16 vial vaksin MR yang akan diberikan kepada 160 tenaga kesehatan dan tenaga medis sasaran pada hari Jumat peluncuran program. Dukungan dari rumah sakit daerah menunjukkan kesadaran akan pentingnya perlindungan bagi tenaga kesehatan yang rentan terpapar penyakit. Program Vaksin Campak Nakes ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews