Pangkoopsudnas Hadiri Paris Airshow ke-55 Tahun 2025 di Prancis
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AU untuk memperkuat hubungan pertahanan internasional.
Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi mewakili Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menghadiri pameran dirgantara dan pertahanan terbesar di dunia, Paris Airshow 2025, di kawasan Bandara Le Bourget, Paris, Prancis, Senin (16/6).
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AU untuk memperkuat hubungan pertahanan internasional serta menjajaki kerja sama pengembangan teknologi alutsista modern.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Koopsudnas, Kolonel Sus Sonaji Wibowo, dalam keterangan resminya. Ia menjelaskan, Pangkoopsudnas didampingi oleh Kadiskomlekau Marsma TNI Peny Rajendra serta Atase Udara di KBRI Paris, Marsma TNI Anang Surdwiyono.
“Seusai menghadiri upacara pembukaan, Pangkoopsudnas juga mengunjungi sejumlah booth, yaitu ASELSAN, perusahaan pertahanan terkemuka asal Turki. Selain itu juga kunjungan ke Boeing, Lockedmartin, Lecroix, Thales dan Dassault,” kata Kolonel Sonaji dalam keterangannya, Rabu (18/6).
Kunjungan ini, menurutnya, menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Indonesia dan negara-negara sahabat dalam bidang pertahanan, khususnya terkait pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista).
“Dalam pertemuan dengan pihak ASELSAN, dibahas beberapa peluang kerja sama, seperti pengembangan sistem pertahanan udara, pesawat tanpa awak, hingga peralatan komunikasi militer, yang diharapkan bisa memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kolonel Sonaji menegaskan, kehadiran Pangkoopsudnas di ajang ini merupakan langkah konkret untuk menjalin kemitraan sektor pertahanan udara dalam menghadapi tantangan zaman.
Paris Airshow 2025 yang berlangsung selama lima hari, dari 16 hingga 20 Juni, diikuti oleh ratusan peserta dari puluhan negara. Ajang bergengsi ini menampilkan berbagai inovasi teknologi, mulai dari pesawat tempur, drone, hingga sistem berbasis kecerdasan buatan.
Keterlibatan aktif delegasi TNI AU dalam ajang ini mencerminkan keseriusan Indonesia dalam membangun kekuatan pertahanan yang adaptif dan modern melalui kerja sama strategis lintas negara.