PABSI Incar Emas Asian Games 2026, Rosan Roeslani Targetkan Prestasi Tertinggi
Ketua Umum PABSI Rosan Roeslani menargetkan medali emas pada Asian Games 2026, melanjutkan tradisi juara angkat besi Indonesia di kancah internasional dan Olimpiade.
Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) kembali memasang target ambisius, yaitu meraih medali emas pada ajang Asian Games 2026. Ketua Umum PABSI, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya selalu berupaya mencapai prestasi tertinggi di setiap kompetisi. Target ini muncul setelah tim angkat besi Indonesia menunjukkan performa gemilang di berbagai turnamen sebelumnya.
Pernyataan Rosan Roeslani disampaikan pada Kamis (08/1) di Jakarta, menyusul keberhasilan atlet angkat besi Indonesia yang membawa pulang delapan medali dari SEA Games 2025. Delapan medali tersebut terdiri dari tiga medali emas, tiga perak, dan dua perunggu, menunjukkan dominasi atlet Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pencapaian ini menjadi modal berharga dan motivasi kuat untuk menghadapi tantangan di Asian Games mendatang.
Kepercayaan diri PABSI untuk mengincar medali emas di Asian Games 2026 bukan tanpa alasan kuat. Sejak kepengurusan Rosan, angkat besi Indonesia telah sukses meraih emas di Asian Games sebelumnya, medali di Olimpiade, bahkan menjadi juara dunia. Rosan juga menegaskan bahwa target medali emas juga dipatok untuk Olimpiade 2028, menandakan visi jangka panjang PABSI.
Target Ambisius PABSI di Kancah Internasional
Rosan Roeslani menegaskan komitmen PABSI untuk terus mengukir prestasi gemilang di panggung dunia. "Target kami selalu coba ya tertinggi," kata Rosan dalam rekaman audio, Kamis. Ia menambahkan bahwa PABSI telah berhasil mendapatkan emas di Asian Games dan medali di Olimpiade selama masa kepemimpinannya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari program pembinaan yang efektif serta dedikasi para atlet dan pelatih. PABSI tidak hanya berambisi meraih medali emas di Asian Games 2026, tetapi juga telah mencanangkan target serupa untuk Olimpiade 2028. Ini menunjukkan fokus PABSI terhadap keberlanjutan prestasi angkat besi Indonesia.
Pada Asian Games 2022, Rahmat Erwin Abdullah sukses memenangi medali emas kelas 73kg putra, menambah daftar panjang prestasi angkat besi Indonesia. Kemudian, pada Olimpiade 2024, Rizki Juniansyah juga berhasil meraih medali emas di kelas 73kg putra. Prestasi-prestasi ini menjadi fondasi kuat bagi PABSI untuk terus menargetkan medali emas di kompetisi internasional.
Apresiasi Pemerintah dan PABSI untuk Atlet Berprestasi
Pemerintah Indonesia menunjukkan apresiasi tinggi terhadap pencapaian atlet angkat besi di SEA Games 2025. Presiden Prabowo Subianto memenuhi janjinya dengan memberikan bonus kepada para peraih medali. Peraih medali emas perseorangan menerima bonus sebesar Rp1 miliar, ganda Rp800 juta, dan beregu Rp500 juta.
Selain bonus dari pemerintah, PABSI juga akan memberikan apresiasi tambahan kepada para atlet berprestasi. "Kami alhamdulillah sih selalu menambah bonus, tapi kami tidak menjanjikan di awal. Kami di akhir setelah berprestasi," jelas Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi. Kebijakan ini bertujuan untuk memotivasi atlet agar fokus pada performa terbaik.
PABSI memiliki rekam jejak dalam memberikan bonus yang signifikan kepada atletnya. Rosan mencontohkan, "Kami alhamdulillah waktu kemarin di Olimpiade, (atlet) kami mendapat emas, kami memberikan rumah, kami berikan asuransi yang sifatnya jangka panjang." PABSI berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan penghargaan atas prestasi yang diraih atlet dan pelatih.
Sejarah Gemilang Angkat Besi Indonesia di Kancah Dunia
Tim angkat besi Indonesia telah lama menjadi penyumbang medali yang konsisten di berbagai ajang internasional, baik di level Asia maupun Olimpiade. Sejarah prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi atlet saat ini dan yang akan datang. Kehadiran atlet-atlet berbakat terus bermunculan, menjaga tradisi juara.
Pada Asian Games 2018, Eko Yuli Irawan berhasil meraih medali emas di kelas 62kg putra, menunjukkan dominasi Indonesia di kancah Asia. Kemudian, di Olimpiade 2020, Eko kembali menyumbangkan medali perak di kelas 61kg putra, sementara Windy Cantika Aisah meraih medali perunggu di kelas 49kg putri. Pencapaian ini membuktikan daya saing atlet angkat besi Indonesia di level tertinggi.
Rangkaian prestasi terus berlanjut dengan Rahmat Erwin Abdullah yang memenangi medali emas kelas 73kg putra pada Asian Games 2022. Puncaknya, Rizki Juniansyah mengukir sejarah dengan meraih medali emas kelas 73kg putra pada Olimpiade 2024. Deretan medali ini memperkuat posisi angkat besi Indonesia sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di dunia.
Sumber: AntaraNews