Ombudsman Jateng Temukan Beton Terbengkalai di Proyek Jembatan
Tumpukan beton tersebut merupakan sisa material proyek pembangunan Jembatan Tambaksari yang tak kunjung terealisasi sejak 2022.
Ombudsman Jawa Tengah menemukan tumpukan beton yang tertutup rumput di lokasi jembatan darurat yang putus Kelurahan Mangkang Wetan, Semarang, Jawa Tengah.
Tumpukan beton tersebut merupakan sisa material proyek pembangunan Jembatan Tambaksari yang tak kunjung terealisasi sejak 2022.
Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Siti Farida mengatakan Ombudsman Jawa Tengah akan mendalami keberadaan beton yang berada di lokasi itu dan meminta kejelasan kepada instansi terkait.
"Kami sedang dalami beton yang terbengkalai itu. Tentunya segera kami komunikasikan dengan BBWS," kata Siti Farida, Selasa (3/2).
Pembangunan jembatan darurat yang saat ini dilakukan secara gotong royong oleh warga dan pemerintah tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang.
"Pembangunan jembatan darurat hanya jawaban sementara, keselamatan warga tidak dapat ditawar," ungkapnya.
Di RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan terdapat sekitar 150 kepala keluarga dengan total 500 jiwa yang tersebar di RT 6, 7, 8, dan 9.
"Jadi setelah proyek tersebut terhenti sejak 2022, harapan masyarakat untuk mendapatkan akses infrastruktur yang layak kembali tertunda," ujarnya.
Warga Tunggu Realisasi Jembatan Permanen
Hingga kini warga masih menunggu realisasi jembatan permanen. Lambannya penyelesaian persoalan akses jembatan dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap pemerintah.
"Tiga tahun pemerintah abai terhadap akses pelayanan publik bagi masyarakat akan menimbulkan ketidakpercayaan publik," jelasnya.
Harusnya Kota Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi contoh dalam pelayanan publik. Jembatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, maka pembangunan harus terealisasi segera.
"Jadi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Maka pembangunan jembatan permanen harus bisa direalisasi segera, sehingga kolaborasi antara BBWS, Pemerintah Kota Semarang, dan instansi terkait untuk percepatan pembangunan jembatan ini," tuturnya.
Seperti diketahui, warga RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan terisolasi setelah jembatan darurat roboh diterjang banjir pada Kamis 15 Januari 2026 malam.
Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju Kelurahan Mangunharjo dan jalan utama, sehingga robohnya infrastruktur itu membuat seluruh aktivitas warga terputus.