Novia Larassati Ungkap Lawan Terberat di APG 2025 Thailand: Senior Sendiri
Atlet para judo putri Indonesia, Novia Larassati, berhasil meraih emas di APG 2025 Thailand. Ia ungkap lawan terberatnya adalah senior senegara. Bagaimana strategi Novia menghadapi tantangan ini dan mempertahankan prestasinya?
Atlet para judo putri Indonesia, Novia Larassati, berhasil meraih medali emas pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand. Kemenangan ini menambah daftar panjang prestasinya di kancah olahraga difabel Asia Tenggara. Namun, Novia mengungkapkan bahwa lawan terberatnya dalam kompetisi tersebut justru datang dari rekan senegaranya sendiri.
Lawan yang dimaksud adalah Marialam Sihotang, seorang senior yang memiliki pengalaman lebih di matras judo. Pertarungan antara Novia dan Marialam berlangsung sangat ketat, bahkan Novia hanya mampu unggul satu poin atau yuko hingga akhir waktu pertandingan. Situasi ini menunjukkan tingkat persaingan yang tinggi dalam tim para judo Indonesia.
Novia Larassati menekankan pentingnya ketenangan dan fokus dalam menghadapi pertandingan krusial tersebut. Ia harus mengerahkan seluruh kemampuan, teknik, serta mentalnya untuk bisa mengalahkan seniornya. Kemenangan ini tidak hanya soal medali, tetapi juga ujian mental yang berhasil ia taklukkan.
Duel Ketat Melawan Senior Marialam Sihotang
Dalam laga final dengan format round robin, Novia Larassati harus menghadapi seluruh peserta, termasuk Marialam Sihotang. Pertandingan melawan Marialam menjadi satu-satunya duel di mana Novia tidak berhasil mendapatkan ippon atau nilai tertinggi hingga waktu pertandingan selesai. Hal ini menunjukkan betapa tangguhnya perlawanan yang diberikan oleh Marialam.
Novia mengaku harus berjuang keras dan berdoa sambil terus mencari teknik serta momen yang tepat untuk bisa membanting lawannya. Kemenangan tipis satu poin (yuko) atas Marialam Sihotang menjadi bukti nyata dari ketatnya persaingan. Marialam, yang berusia 39 tahun, memberikan perlawanan yang sangat berarti bagi Novia yang berusia 24 tahun.
Situasi melawan senior yang lebih berpengalaman ini mengharuskan Novia untuk mengendalikan emosi dan menjaga fokusnya. Ia menyadari bahwa pertandingan semacam ini tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental. Pengalaman Marialam menjadi tantangan tersendiri bagi Novia untuk membuktikan kemampuannya.
Strategi dan Ketenangan Novia Larassati di Matras
Novia Larassati menjelaskan bahwa pertandingan melawan senior menjadi ujian mental yang sangat penting baginya. Duel ini turut menentukan ritme dan kepercayaan dirinya untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. Oleh karena itu, ia memilih untuk bermain dengan sabar dan tidak terburu-buru.
Strategi Novia adalah mempersiapkan teknik bantingan dengan matang dan menunggu momentum yang tepat. Ia tidak ingin melakukan kesalahan yang bisa dimanfaatkan oleh lawannya yang berpengalaman. Ketenangan menjadi kunci utama dalam setiap gerakannya di matras.
“Ya memang kuncinya semua adalah harus tenang,” ujar judoka kelahiran 24 tahun silam itu. Pendekatan ini memungkinkan Novia untuk menganalisis pergerakan lawan dan merespons dengan efektif, meskipun dalam tekanan tinggi. Ketenangan membantunya mengambil keputusan yang tepat di saat-saat krusial.
Konsistensi Prestasi dan Target Masa Depan Novia Larassati
Medali emas di Thailand melengkapi catatan prestasi gemilang Novia Larassati pada ajang ASEAN Para Games. Sebelumnya, ia meraih medali perunggu pada edisi 2022 di Solo, kemudian naik podium tertinggi dengan meraih emas di Kamboja pada tahun 2023. Kini, ia berhasil mempertahankan medali emasnya di Thailand.
Perjalanan Novia juga diwarnai dengan perbedaan kelas berat badan yang ia ikuti, mulai dari -48 kg, -57 kg, hingga kini tampil di kelas -52 kg. Adaptasi terhadap berbagai kelas berat ini menunjukkan fleksibilitas dan dedikasinya dalam olahraga para judo. Setiap perubahan kelas membawa tantangan baru yang berhasil ia atasi.
Novia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, para pelatih, dan keluarganya yang terus memberikan dukungan. Terkhusus, peran sang suami yang selalu menekankan pentingnya pulang dalam kondisi sehat, bukan hanya sekadar target medali. Ke depan, Novia berharap dapat melanjutkan konsistensi prestasinya dengan tampil di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang, serta Paralimpiade Los Angeles 2028.
Sumber: AntaraNews