Kalahkan Juara Bertahan, Judo Jateng Raih Emas di Nomor Jun No Kata PON Bela Diri 2025!
Tim Judo Jateng sukses meraih medali emas di nomor Jun No Kata PON Bela Diri 2025, mengungguli Bali yang merupakan juara bertahan. Kemenangan ini hasil latihan ekstra!
Tim Judo Jawa Tengah berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas di nomor Jun No Kata pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Kemenangan ini diraih setelah pasangan Cynthia Trubus Octaviani sebagai Tori dan Lie Grace Nathalia Tedjawijaya sebagai Uke, berhasil mengumpulkan skor tertinggi 370,5 poin.
Pertandingan yang berlangsung di Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (12/10) ini menjadi sorotan utama. Mereka sukses mengungguli pesaing kuat dari Bali dan Jawa Barat, yang sebelumnya dikenal sebagai peraih medali di PON XXI Aceh dan Sumut 2024.
Prestasi ini menjadi bukti nyata dari kerja keras dan persiapan matang para atlet, sekaligus memberikan kebanggaan bagi kontingen Jawa Tengah. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi Jateng di kancah judo nasional, tetapi juga menjadi modal berharga untuk kompetisi mendatang.
Kemenangan Gemilang di Tanah Sendiri
Tim Judo Jawa Tengah, dengan Cynthia Trubus Octaviani dan Lie Grace Nathalia Tedjawijaya, tampil memukau di nomor Jun No Kata. Mereka berhasil meraih skor tertinggi 370,5 poin, mengalahkan tim Bali yang menempati posisi kedua dengan 348,5 poin, serta Jawa Barat di posisi ketiga dengan 334,5 poin.
Lie Grace Nathalia Tedjawijaya mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Kami bersyukur bisa meraih skor tertinggi, mengungguli tim Bali yang sebelumnya menjadi juara pada PON XXI Aceh dan Sumut 2024," ujarnya usai pertandingan di Kudus.
Menurut Lie Grace, tim Jateng mendapat kesempatan tampil pertama dan mampu menjaga konsistensi penampilan hingga akhir. Hasil ini merupakan buah dari latihan panjang dan fokus yang telah mereka jalani untuk menghadapi ajang bergengsi tersebut.
Strategi dan Persiapan Matang Atlet Judo Jateng
Cynthia Trubus Octaviani, rekan satu tim Lie Grace, menjelaskan bahwa kompetisi kali ini diikuti oleh enam tim peserta. "Kami dapat urutan tampil pertama dan puji Tuhan, bisa langsung meraih juara pertama hari ini. Lawan-lawan cukup kuat, terutama dari Bali dan Jawa Barat yang meraih medali pada PON Aceh dan Sumut 2025," kata Cynthia.
Meskipun tim Jateng belum mendapatkan hasil maksimal di PON sebelumnya, persiapan yang matang di PON Bela Diri 2025 ini membuahkan hasil yang lebih baik. Cynthia menambahkan, "Kami memang menargetkan emas karena di PON Aceh sebelumnya kami belum berhasil meraihnya. Jadi kali ini kami latihan lebih ekstra dan lebih fokus."
Dalam penilaian nomor Jun No Kata, setiap pasangan dinilai dari teknik, keseimbangan, serta kejelasan gerakan. Cynthia menekankan bahwa kunci kemenangan mereka terletak pada penampilan teknik yang detail dan mudah dipahami, bahkan oleh penonton yang bukan dari kalangan judo. "Dalam judo, yang terpenting adalah keseimbangan dan kejelasan teknik. Kami berusaha agar setiap gerakan terlihat jelas, sehingga wasit bisa menilai detail setiap teknik yang kami tampilkan," jelasnya.
Harapan dan Proyeksi Masa Depan
Kemenangan ini menjadi pengalaman baru dan berharga bagi para atlet judo Jawa Tengah. Cynthia Trubus Octaviani melihat PON Bela Diri ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan prestasi. "PON Bela Diri ini bagus sekali, menjadi pengalaman baru dan kesempatan untuk kami meningkatkan prestasi. Kami bangga bisa mewakili Jawa Tengah di ajang ini," ujarnya.
Kedua atlet tersebut berharap prestasi ini dapat menjadi modal penting menuju PON 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ajang PON Bela Diri 2025 ini juga dianggap sebagai pemanasan yang ideal untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional selanjutnya.
PON Bela Diri 2025 di Kudus berlangsung sejak 11 hingga 26 Oktober 2025 di Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ajang ini mempertandingkan 10 cabang olahraga, meliputi karate, tarung derajat, ju-jitsu, pencak silat, taekwondo, gulat, judo, sambo, wushu, dan shorinji kempo.
Sumber: AntaraNews