Munas X IMI Digelar di Yogyakarta, Bahas Pemilihan Ketum hingga Target Formula 1
Agenda utama Munas kali ini adalah pemilihan Ketua Umum IMI periode 2025–2030 sekaligus penyempurnaan AD/ART serta program kerja baru organisasi.
Ikatan Motor Indonesia (IMI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X di Yogyakarta pada Sabtu (20/9).
Agenda utama Munas kali ini adalah pemilihan Ketua Umum IMI periode 2025–2030 sekaligus penyempurnaan AD/ART serta program kerja baru organisasi.
Acara pembukaan dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta sejumlah tokoh otomotif nasional.
Muzani menekankan pentingnya peran IMI dalam menjaga persatuan dan memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor UMKM.
“Even-even IMI di daerah maupun nasional ini mampu mempersatukan semua suku bangsa. Semuanya berkumpul dalam satu acara, semua happy dan semua senang,” kata Muzani.
Ia berharap Ketua Umum IMI yang baru bisa membangkitkan semangat persaudaraan dan sportivitas.
“Memang menumbuhkan persatuan tidak perlu formal. IMI bisa jadi kunci hal-hal kecil itu. Apakah IMI ke depan bisa menjadi perekat persatuan kita, tergantung kita semua. Itu ada di pundak Moreno sebagai calon Ketua Umum,” ujarnya.
Bamsoet Bicara PR Besar IMI
Ketua Umum IMI periode 2020–2025, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengingatkan bahwa memimpin IMI bukan hanya soal kepintaran manajemen, tetapi juga rasa persaudaraan antaranggota.
“Indonesia telah sukses menggelar berbagai kejuaraan dunia, mulai dari roda dua, roda empat, hingga ajang darat dan laut seperti Aquabike Jetski World Championship, Powerboat di Danau Toba, MotoGP, MXGP, hingga Formula E yang sudah tiga kali terselenggara,” tutur Bamsoet.
Namun, ia mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah besar. Salah satunya adalah mewujudkan mimpi Indonesia menjadi tuan rumah Formula 1 dan menggelar even Airshow Internasional.
“Sekarang tinggal Formula 1 yang kami harapkan dapat segera hadir di Indonesia,” tegasnya.
Bamsoet juga menekankan perlunya memperkuat kepengurusan IMI hingga ke tingkat kabupaten/kota.
“Harapannya dengan adanya kepengurusan di tingkat kota atau kabupaten, pembinaan atlet-atlet lokal bisa lebih maksimal. Dari atlet lokal nanti bisa menjadi atlet nasional dan menuju kelas dunia,” tuturnya.
Di akhir pidatonya, Bamsoet menyatakan optimismenya terhadap Ketua Umum baru IMI periode 2025-2030, Moreno Soeprapto.
“Saya yakin Mas Moreno bisa melanjutkan kepemimpinan ini. Kita butuh anak muda untuk memimpin organisasi ini,” pungkasnya.