Momen Prabowo Bagi-Bagi THR untuk Warga di Istiqlal
Usai membagikan THR, iring-iringan yang membawa Prabowo pun terlihat kembali ke Istana Kepresidenan.
Presiden Prabowo Subianto membagikan, Tunjangan Hari Raya (THR) ke warga sekitar usai melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/6).
Pantauan di lokasi, nampak Prabowo bersama iring-iringan terlihat keluar dari Masjid Istiqlal sekitar pukul 07.52 WIB. Sepanjang jalan keluar, sudah tampak warga yang menunggunya.
Tak lama setelah itu, Prabowo yang berada di Mobil Maung Garuda RI-1 pun keluar melalui sunroof untuk menyapa warga. Kemudian, Prabowo juga terlihat mengeluarkan amplop THR kepada warga.
“Terima kasih pak,” kata salah satu orang warga yang menerima THR dari Presiden Prabowo.
Usai membagikan THR, iring-iringan yang membawa Prabowo pun terlihat kembali ke Istana Kepresidenan.
Khutbah Salat Id
Khatib Masjid Istiqlal, Wan Jamaluddin, menilai gagasan tentang makan bergizi gratis (MBG) bukan sekadar program pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari nilai-nilai Islam. Hal itu dia sampaikan, saat khutbah Idul Adha, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/6).
”Oleh karena itu, gagasan tentang makan bergizi gratis untuk anak-anak Indonesia bukan hanya program pemerintah, tapi sejatinya merupakan bagian dari nilai-nilai Islam," kata dia.
Wan Jamaluddin mengatakan, suasana Idul Adha mencerminkan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat. Dia menggambarkan, yang mampu berbahagia karena bisa berbagi lewat kurban, sementara yang kurang mampu ikut merasakan kebahagiaan melalui daging kurban yang dibagikan.
"Oleh karena itu, Allah mensyariatkan kurban di hari raya Idul Adha agar seluruh lapisan masyarakat muslim dapat bergembira di hari raya tersebut," ucapnya.
Tuntutan Bagi Pemimpin
Berkaitan semangat kurban dengan pembangunan bangsa, dia menyampaikan semangat kolektif harus menjadi ruh dari setiap pemimpin dan rakyat.
"Para pemimpin dituntut untuk rela berkorban demi kepentingan rakyat, berkorban waktu, tenaga, bahkan kenyamanan pribadi demi membangun negeri ini menjadi negeri yang adil dan makmur,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, semangat kurban perlu diterjemahkan ke dalam tindakan konkret seperti program sosial berkelanjutan.
"Bayangkan jika semangat kurban ini menjadi budaya, orang-orang kaya berbagi bukan hanya setahun sekali, tetapi terus-menerus dalam berbagai bentuk program sosial seperti makan bergizi gratis di sekolah, bantuan pangan, dan dukungan gizi ibu hamil dan anak-anak," tandas dia.