Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah melaksanakan kewajiban zakat al-fitr di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat sore, 13 Maret 2026. Pembayaran zakat ini dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai bentuk ketaatan terhadap syariat Islam. Langkah ini menunjukkan teladan bagi seluruh umat Muslim menjelang perayaan Idulfitri.
Kedatangan Presiden Prabowo di lokasi sekitar pukul 16.10 WIB langsung menuju meja pembayaran untuk menunaikan rukun Islam yang wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Zakat fitrah merupakan ibadah yang harus ditunaikan sebelum hari raya Idulfitri tiba. Ini adalah momen penting bagi umat Muslim untuk membersihkan diri dan berbagi dengan sesama.
Selain Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga telah menunaikan zakatnya sekitar 10 menit lebih awal di tempat yang sama. Sejumlah menteri kabinet dan pimpinan lembaga negara turut serta dalam pembayaran zakat ini. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan pemerintah menyambut Idulfitri.
Advertisement
Advertisement
Zakat al-fitr adalah kewajiban amal yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu sebelum salat Idulfitri. Tujuannya adalah untuk menyucikan diri dari dosa-dosa kecil selama Ramadan dan membantu fakir miskin merayakan Idulfitri. Pembayaran zakat melalui Baznas memastikan penyaluran yang tepat sasaran.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki peran krusial dalam mengelola dan mendistribusikan zakat, infak, serta sedekah dari masyarakat. Lembaga ini bertindak sebagai jembatan antara muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat). Kehadiran Baznas mempermudah umat Islam dalam menunaikan kewajiban agamanya dengan transparan.
Pembayaran zakat oleh pejabat negara seperti Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran memberikan contoh positif kepada masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendorong kesadaran umat Muslim untuk menunaikan zakatnya. Kepatuhan terhadap syariat Islam menjadi cerminan kepemimpinan yang berintegangan.
Advertisement
Advertisement
Setelah menunaikan zakat, Presiden Prabowo memimpin rapat pleno Kabinet Merah Putih untuk membahas persiapan pemerintah menghadapi aktivitas dan mobilitas masyarakat selama Idulfitri. Rapat ini fokus pada kelancaran arus mudik dan balik serta ketersediaan kebutuhan pokok. Koordinasi antar kementerian menjadi kunci suksesnya persiapan ini.
Pertemuan tersebut juga membahas pembaruan upaya pemulihan bencana di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada daerah yang terdampak. Penanganan bencana menjadi prioritas utama di tengah persiapan hari raya.
Sejumlah pejabat tinggi yang turut menunaikan zakat dan kemungkinan hadir dalam rapat ini antara lain Kemendag Budi Santoso, Kemenkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Kementerian ESDM Bahlil Lahadalia, dan Kemenekraf Widiyanti Putri Wardhana. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi dalam menjalankan tugas negara. Para menteri ini memiliki peran penting dalam memastikan stabilitas ekonomi dan sosial.
Advertisement
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
- Menteri Perdagangan (Kemendag) Budi Santoso
- Menteri Keuangan (Kemenkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) Bahlil Lahadalia
- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Widiyanti Putri Wardhana
Sumber: AntaraNews