Mohon Doa Usai Diperiksa, Vokalis Killing Me Inside Onad Positif Narkoba Ganja dan Ekstasi
Artis Leonardo Arya alias Onad memohon doa usai diperiksa polisi dan dinyatakan Onad positif narkoba jenis ganja serta ekstasi. Bagaimana kelanjutan kasusnya?
Artis Leonardo Arya atau yang akrab disapa Onad, vokalis grup musik "Killing Me Inside", menjadi sorotan publik setelah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Barat pada Minggu sore. Ia kedapatan memohon doa kepada awak media saat digiring menuju ruang Dokkes.
Pemeriksaan ini dilakukan oleh petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) menyusul dugaan penyalahgunaan zat terlarang. Hasil tes urine menunjukkan bahwa Onad positif narkoba jenis ganja dan ekstasi, menguatkan dugaan awal kepolisian.
Meski demikian, statusnya sebagai tersangka belum ditetapkan oleh pihak kepolisian yang masih terus mendalami kasus ini. Pihak berwenang juga masih menyelidiki motif serta sejak kapan Onad mulai mengonsumsi barang haram tersebut.
Onad Memohon Doa dan Hasil Tes Urine Positif
Leonardo Arya, yang dikenal sebagai Onad, pertama kali muncul di hadapan publik usai pemeriksaan dengan mengenakan jaket biru gelap, celana hitam, dan sandal. Ia juga menutup sebagian wajahnya dengan masker, menunjukkan kondisi yang penuh perhatian.
Saat digiring menuju ruang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Metro Jakarta Barat, Onad sempat melontarkan kalimat singkat kepada wartawan. "Mohon doanya," kata vokalis Killing Me Inside itu, menanggapi pertanyaan mengenai motifnya mengonsumsi narkoba.
Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut mengonfirmasi dugaan awal penyalahgunaan narkoba. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan menyatakan bahwa Onad positif narkoba jenis ganja dan ekstasi berdasarkan hasil tes urine yang telah dilakukan.
Status Onad Masih Korban, Penyelidikan Berlanjut
Meskipun hasil tes urine menunjukkan Onad positif narkoba, pihak kepolisian belum menetapkan status tersangka baginya. AKP Wisnu Wirawan menjelaskan bahwa Onad untuk sementara berstatus sebagai korban penyalahgunaan narkotika, bukan sebagai pengedar atau produsen.
"Sementara masih dalam langkah proses pendalaman, pemeriksaan, penyelidikan," ujar Wisnu, menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan secara komprehensif. Kepolisian masih terus mendalami motif di balik penggunaan narkoba ini, serta berupaya mengungkap sejak kapan Onad mulai mengonsumsinya. Informasi mengenai durasi penggunaan ini krusial untuk menentukan langkah selanjutnya.
Dalam perkembangan kasus ini, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang terdekat Onad. Istri Onad, Beby Prisillia, telah menjalani tes urine dan hasilnya menunjukkan negatif narkoba, sehingga tidak ada indikasi keterlibatan. Namun, rekan Onad berinisial KR yang ditangkap di Sunter, Jakarta Utara, juga terbukti positif mengonsumsi narkoba, menambah kompleksitas kasus ini.
Hingga saat ini, Onad masih berada di Mapolres Metro Jakarta Barat untuk menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik Satresnarkoba terus bekerja untuk mengungkap seluruh fakta terkait kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan dirinya.
Sumber: AntaraNews