Michael Bambang Hartono dan Djarum, Gurita Bisnis Besar di Berbagai Sektor
Profil Grup Djarum Michael Bambang Hartono dan bisnis besar yang dijalankan di berbagai sektor.
Kabar duka datang dari dunia bisnis nasional. Bos Djarum, Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3) pukul 13.15 waktu Singapura. Informasi tersebut disampaikan oleh Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan.
Kepergian Michael menjadi kehilangan besar bagi dunia usaha Indonesia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia membesarkan Grup Djarum menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Tanah Air dengan lini bisnis yang merambah berbagai sektor, tidak hanya industri rokok, tetapi juga perbankan, teknologi, hingga properti.
Grup Djarum dikenal luas sebagai produsen rokok, namun mereka juga memiliki investasi di sektor finansial, teknologi, ritel, dan lainnya. Dengan diversifikasi yang luas, Grup Djarum menunjukkan kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi tantangan ekonomi. Mari kita lihat lebih dekat bisnis-bisnis yang menjadi bagian dari Grup Djarum.
Berikut adalah beberapa sektor bisnis utama yang dijalankan oleh Grup Djarum:
1. Bisnis Rokok
Djarum Group merupakan perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia. Mereka memproduksi berbagai merek tembakau, termasuk L.A. dan Djarum. Bisnis rokok ini menjadi salah satu pilar utama dari kekayaan Grup Djarum.
2. Sektor Finansial
Grup Djarum mengendalikan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melalui PT Dwimuria Investama Andalan dengan kepemilikan 54,94% saham. Bank BCA menjadi aset paling berharga dalam portofolio mereka, yang sebelumnya dimiliki oleh Keluarga Salim.
3. Teknologi Digital dan E-commerce
Di sektor ini, Grup Djarum memiliki Blibli (PT Global Digital Niaga Tbk - BELI), yang melantai di bursa pada November 2022. Blibli menawarkan ekosistem perdagangan omnichannel dan telah mengakuisisi Tiket.com serta jaringan supermarket premium Ranch Market.
4. Infrastruktur Telekomunikasi
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) adalah salah satu operator menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Melalui anak usaha, TOWR memiliki ribuan menara yang disewakan kepada operator seluler, menunjukkan komitmen Grup Djarum dalam sektor ini.
5. Ritel dan Properti
Grup Djarum juga mengoperasikan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), yang mengelola jaringan supermarket seperti Ranch Market. Selain itu, mereka memiliki beberapa properti besar seperti Grand Indonesia dan Margo City.
6. Elektronik dan Makanan
Polytron, yang didirikan oleh Hartono bersaudara, telah merambah ke 40 negara. Di sektor makanan, Grup Djarum berencana mengakuisisi Bakmi GM sebanyak 85% dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,1 triliun.
7. Investasi di Sektor Olahraga dan Kesehatan
Grup Djarum juga berinvestasi di sektor olahraga dengan akuisisi saham Como 1907 dan di sektor kesehatan dengan Rumah Sakit Hermina. Ini menunjukkan diversifikasi yang semakin luas dalam portofolio bisnis mereka.