Ini Imperium Bisnis Michael Hartono yang Punya Kekayaan Rp320 Triliun
Michael Bambang Hartono wafat di usia 86 tahun. Kekayaannya Rp320 triliun berasal dari Djarum, BCA, hingga ekspansi ke digital dan kendaraan listrik.
Kabar meninggalnya Michael Bambang Hartono pada Maret 2026 di usia 86 tahun kembali menyoroti perjalanan bisnisnya yang panjang.
Berdasarkan data real-time Forbes per 24 Maret 2026, total kekayaan yang dimilikinya mencapai sekitar USD 18,9 miliar atau setara Rp320 triliun.
Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia dikenal sebagai salah satu pemegang kendali saham di PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Kepemilikan tersebut diperoleh setelah krisis ekonomi Asia 1997–1998, ketika kelompok Salim kehilangan kontrol atas bank tersebut.
Fondasi Bisnis dari Industri Rokok
Sumber utama kekayaan keluarga Hartono berawal dari bisnis rokok kretek melalui perusahaan Djarum. Industri ini menjadi pijakan awal yang kemudian mendorong ekspansi ke berbagai sektor lain.
Keberhasilan di sektor tembakau membuka jalan bagi keluarga Hartono untuk memperluas portofolio usaha, termasuk ke sektor keuangan dan teknologi.
Langkah diversifikasi semakin terlihat saat Global Digital Niaga, induk dari platform e-commerce Blibli, melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2022.
Penawaran saham perdana (IPO) tersebut menjadi salah satu yang terbesar dengan nilai penghimpunan dana mencapai USD 510 juta.
Ekspansi ke Berbagai Sektor Strategis
Selain perbankan dan digital, bisnis keluarga Hartono juga mencakup sektor properti premium di Jakarta serta industri elektronik melalui merek Polytron.
Perkembangan terbaru terlihat saat Polytron mulai masuk ke pasar kendaraan listrik pada 2025 dengan memperkenalkan dua model mobil listrik di Indonesia.
Dengan ekspansi lintas sektor tersebut, portofolio bisnis keluarga Hartono mencakup industri tradisional hingga teknologi modern, yang terus berkembang seiring perubahan lanskap ekonomi.