Bambang Hartono Pernah Kembalikan Bonus Hasil Sabet Perunggu di Asian Games
Bambang Hartono jadi andalan Indonesia dalam cabang olahraga bridge di Asian Games 2018.
Salah satu konglomerat Indonesia Michael Bambang Hartono hari ini wafat di Singapura dalam usia 86 tahun.
Bos PT Djarum itu juga dikenal sebagai atlet cabang olahraga bridge yang menjadi andalan Indonesia di Asian Games 2018.
Dia menjadi satu di antara 199 atlet yang menerima bonus dari Presiden Joko Widodo kala itu karena berhasil menyabet medali perunggu. Waktu itu Bambang Hartono menjadi atlet tertua di Asian Games 2018.
Pemerintah menjanjikan bonus uang Rp 1,5 miliar untuk atlet yang berhasil meraih emas. Sedangkan atlet yang meraih Perak dijanjikan bonus Rp 500 juta, Perunggu sebesar Rp 250 juta. Atlet lain yang tak mendapat medali, tetap diberikan bonus, besarannya Rp 20 juta.
Apresiasi Pemerintah
Sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, Bambang mengaku akan memberikan seluruh bonusnya untuk pengembangan cabang olah raga Brigde tanah air.
"Kita akan mengusahakan supaya untuk pembinaan bridge kelanjutannya. Jadi dibalikin ke bridge lagi," kata Bambang di Istana Negara kala itu.
Bambang pun mengapresiasi langkah pemerintah yang bergerak cepat memberikan bonus bagi para atlet dan official. Khususnya, yang berhasil menyabet medali di Asian Games.
Menurutnya, hal ini dapat memacu para atlet untuk berprestasi di ajang olahraga selanjutnya.
"Luar biasa. Apresiasi dari pemerintah dan pemberiannya sangat bagus sekali. Jadi ini sangat efisien, bagus sekali," ucap Bambang.
Agar Tidak Cepat Pikun
Pada ajang Asian Games 2018, dia meraih medali perunggu dari cabang olahraga bridge setelah menempati peringkat keempat di nomor supermiexed team di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 26 Agustus lalu.
Saat meraih medali perunggu Asian Games, usia Bambang Hartono sudah 78 tahun. Bagi Bambang Hartono, bridge bukanlah permainan baru, dia sudah bermain kartu sejak usia 6 tahun.
"Saya bermain bridge agar tidak cepat pikun, hobi saya yang lain adalah senam taichi yang banyak membantu agar tetap fokus," katanya, dikutip dari situs resmi Asian Games.
"Di olahraga bridge, ada bidding, yakni mengumpulkan data untuk dianalisis, disimpulkan, dan kemudian diputuskan strategi yang akan diambil saat bertanding," kata Bambang Hartono.