Trivia Olahraga: GABSI Sumut Bidik Pelajar Jadi Atlet Bridge Unggulan, Apa Alasannya?

Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Sumatera Utara serius membidik kalangan pelajar untuk menjadi atlet bridge berkualitas. Simak strategi mereka untuk melahirkan talenta baru dan mengharumkan nama daerah!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia Olahraga: GABSI Sumut Bidik Pelajar Jadi Atlet Bridge Unggulan, Apa Alasannya?
Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Sumatera Utara serius membidik kalangan pelajar untuk menjadi atlet bridge berkualitas. Simak strategi mereka untuk melahirkan talenta baru dan mengharumkan nama daerah! (Merdeka.com)

Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Sumatera Utara tengah gencar melakukan program pembinaan untuk melahirkan atlet bridge berprestasi dari kalangan pelajar. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya GABSI Sumut untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional, sekaligus membangkitkan kembali olahraga bridge di provinsi tersebut.

Program ini digagas setelah GABSI Sumut menggelar rapat kerja (raker) di Aula KONI Sumut, yang menghasilkan sejumlah agenda strategis untuk tahun 2025. Ketua Umum GABSI Sumut, Novan Efendy Siregar, menegaskan bahwa fokus utama adalah pemassalan bridge, karena prestasi tidak akan muncul tanpa adanya atlet yang memadai.

Dukungan penuh juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara. Wakil Ketua KONI Sumut, Irwan Pulungan, menyatakan kebanggaannya atas geliat GABSI Sumut di bawah kepemimpinan Novan Siregar, terutama dengan bertambahnya jumlah pengurus kabupaten/kota (pengkab/pengkot) yang kini mencapai 10.

Untuk mencapai target pembinaan atlet bridge dari kalangan pelajar, GABSI Sumut telah merancang sejumlah strategi komprehensif. Salah satu langkah awal adalah memaksimalkan sosialisasi ke sekolah-sekolah di seluruh Sumatera Utara. Program ini akan dijajaki bersama Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan jangkauan yang luas dan efektif.

Selain sosialisasi, GABSI Sumut juga akan menggelar pelatihan pelatih dasar bridge. Novan Efendy Siregar berharap penataran ini dapat diikuti oleh minimal 40 peserta, yang nantinya akan tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Keberadaan pelatih yang berkualitas di tingkat daerah diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pembinaan atlet bridge usia dini.

Agenda lain yang disepakati dalam raker tersebut meliputi penataran dan sertifikasi pelatih provinsi, Training of Trainers (ToT) Dasar Bridge, serta pengadaan bantuan peralatan. GABSI Sumut juga akan memberikan pendampingan organisasi, serta menggalakkan latihan dan pertandingan di tingkat pengkab/pengkot. Semua program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan atlet bridge.

Pengembangan organisasi menjadi pilar penting dalam upaya GABSI Sumut membangkitkan olahraga bridge. Saat ini, GABSI Sumut telah memiliki 10 pengkab/pengkot, sebuah peningkatan signifikan dari sebelumnya yang hanya berjumlah tujuh. Penambahan ini menunjukkan komitmen GABSI Sumut dalam memperluas jangkauan dan basis pembinaan.

Novan Siregar menargetkan untuk memiliki minimal 17 pengkab/pengkot pada tahun ini. Pencapaian target ini sangat krusial karena akan memungkinkan olahraga bridge untuk dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026. Keikutsertaan di Porprovsu akan memberikan motivasi lebih bagi para atlet bridge muda dan memperluas popularitas olahraga ini.

Dukungan dari KONI Sumut tidak hanya sebatas apresiasi, tetapi juga harapan besar. Irwan Pulungan mengingatkan GABSI Sumut untuk terus melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan, khususnya dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara. Harapannya, dari program pembinaan ini akan lahir atlet bridge berprestasi yang mampu bersaing di kancah nasional dan mengharumkan nama Sumatera Utara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi