Menyelami Dunia Podcasting dengan Pelatihan Scriptwriting
Sebanyak 140 siswa dari kelas X, XI, dan XII di SMAK Tirta Marta BPK PENABUR Pondok Indah mengikuti pelatihan penulisan naskah untuk podcast.
Hari ini, sekitar 140 siswa dari kelas X, XI, dan XII SMAK Tirta Marta BPK PENABUR Pondok Indah mengikuti pelatihan penulisan naskah untuk podcast yang diadakan di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan siswa pengetahuan dan keterampilan dalam menulis naskah, terutama bagi mereka yang berminat di dunia media dan bercita-cita menjadi podcaster.
Pelatihan ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Frisca Artinus, dosen dari Institut Media Digital Emtek, sebagai pembicara. Keahlian Frisca di bidang penulisan naskah sudah tidak diragukan lagi, mengingat ia pernah mengikuti pelatihan bersama penulis skenario terkenal Korea, Oh Sang Oh, yang terkenal berkat karyanya dalam serial drama Taxi Driver. Pengalaman tersebut menambah nilai materi pelatihan yang disampaikan, sehingga sangat relevan dan mendalam.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMAK Tirta Marta BPK PENABUR, Hendro Lumbanraja, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari sekolah untuk memberikan keterampilan praktis yang sesuai dengan perkembangan industri media.
"Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki minat di bidang media untuk belajar langsung dari ahlinya. Keterampilan menulis skrip adalah fondasi penting, terutama bagi mereka yang ingin memulai atau mengembangkan podcast," ujarnya.
Bukan hanya sekadar teori
Institut Media Digital Emtek, yang merupakan bagian dari Emtek Group—sebuah grup media terkemuka di Indonesia—membawa pengalaman industri yang telah terbukti berhasil ke dalam lingkungan pendidikan. Pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pandangan mengenai praktik yang terjadi di dunia nyata. Selama sesi pelatihan, para peserta diajak untuk memahami berbagai elemen penting dalam naskah podcast, termasuk struktur, alur cerita, serta teknik menyapa audiens dengan cara yang efektif.
Pada saat sesi simulasi, salah satu siswa bernama Vianka menyampaikan pandangannya mengenai manfaat pelatihan tersebut.
"Pelatihan ini sangat berguna, terutama untuk mendorong podcast yang sudah berjalan di sekolah. Kami jadi tahu cara yang lebih efektif untuk menyapa audiens dan membuat percakapan lebih menarik," katanya.
Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan para siswa dapat memanfaatkan pengetahuan yang telah mereka peroleh untuk menciptakan konten podcast yang lebih berkualitas dan terstruktur. Keterampilan yang didapatkan tidak hanya bermanfaat saat ini, tetapi juga menjadi aset berharga di masa depan, seiring dengan perkembangan pesat ekosistem media digital.