Menhut Tinjau Pusat Penyelamatan Satwa di Riau
Menhut meninjau kandang yang menampung sejumlah satwa yang tengah dikarantina. Terdapat 25 satwa di PPS ini, terdiri dari 16 primata, 6 mamalia, dan 3 aves.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan peninjauan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di Riau. Dalam kunjungannya, Menhut Raja Antoni mengecek satwa yang sedang menjalani proses karantina dan pemeriksaan kesehatan.
PPS Balai Besar KSDA Riau ini berkolaborasi dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo milik Hashim Djojohadikusumo. Menhut didampingi Inspektur Jenderal Kemenhut, Djoko Poerwanto, beserta jajaran.
Di lokasi, Menhut meninjau kandang yang menampung sejumlah satwa yang tengah dikarantina. Terdapat 25 satwa di PPS ini, terdiri dari 16 primata, 6 mamalia, dan 3 aves.
Satwa-satwa tersebut merupakan hasil serahan masyarakat kepada BKSDA. Selanjutnya, satwa dikarantina, diperiksa kesehatannya, dan dirawat sebelum akhirnya dilepasliarkan ke habitat aslinya.
Miliki Dua Dokter
Kunjungan dilanjutkan ke klinik satwa, di mana Menhut Raja Antoni sempat menyaksikan satu ekor Burung Kakatua yang sedang menjalani medical check-up (MCU) di ruang operasi.
Sementara itu, Site Manager PPS, Ponco Prabowo menjelaskan, kepada Menhut tentang berbagai fasilitas yang dimiliki. PPS ini diketahui memiliki dua dokter hewan dan empat perawat satwa.
"Fasilitas perawatan meliputi kandang karantina, kandang pemeliharaan, kandang isolasi, gudang pakan. Fasilitas kesehatan yakni klinik dan alat-alat kesehatan," jelas Ponco dalam keterangannya, Minggu (27/4).
"Ada dua tenaga medis dokter hewan dan empat perawat satwa," tambahnya.
Ponco mengaku senang dengan kunjungan serta dukungan dari Menhut Raja Antoni. Ia menyebut kolaborasi dengan Kemenhut kini terasa lebih mudah.
"Senang sekali Pak Menteri mau datang ke sini, mengecek dan membantu, kolaborasi jadi lebih mudah," tutupnya.