Menteri Kehutanan Resmikan Pusat Suaka Owa, Perkuat Komitmen Konservasi Owa Barito Utara

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Suaka Owa di Barito Utara, Kalimantan Tengah, menegaskan dukungan pemerintah terhadap upaya Konservasi Owa Barito Utara dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Kehutanan Resmikan Pusat Suaka Owa, Perkuat Komitmen Konservasi Owa Barito Utara
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Suaka Owa di Barito Utara, Kalimantan Tengah, menegaskan komitmen pemerintah dalam Konservasi Owa Barito Utara dan perlindungan hutan. (AntaraNews)

Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, baru saja meresmikan fasilitas Rehabilitasi Owa dan Pusat Suaka Owa di Kabupaten Barito Utara. Peresmian ini dilakukan di Dusun Pararawen, Kecamatan Teweh Tengah, Kalimantan Tengah pada hari Jumat. Kunjungan penting ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan spesies terancam punah.

Fasilitas konservasi owa ini dikelola langsung oleh Yayasan Kalaweit Indonesia, sebuah organisasi yang berdedikasi tinggi. Kehadiran Menteri Kehutanan menunjukkan dukungan serius dari pemerintah pusat. Tujuannya adalah untuk memperkuat upaya perlindungan owa serta pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Antoni juga berdialog dengan berbagai pihak terkait. Diskusi ini membahas strategi konkret untuk perlindungan owa di wilayah Barito Utara. Ini juga upaya meningkatkan kesadaran masyarakat lokal akan pentingnya konservasi lingkungan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa perlindungan owa dan hutan adalah tanggung jawab bersama. Ia menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya pelestarian lingkungan. Pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Barito Utara menjadi fokus utama kunjungan ini.

"Perlindungan owa dan hutan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami akan terus mendukung penuh upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Barito Utara," tegas Raja Juli Antoni. Pernyataan ini disampaikan langsung di Pusat Suaka Owa. Kunjungan kerja ini merupakan bukti nyata dari komitmen tersebut.

Dalam agenda kunjungan, Menteri Antoni didampingi rombongan penting. Mereka melakukan dialog intensif mengenai pengelolaan hutan dan konservasi. Pertemuan melibatkan Wakil Bupati Barito Utara, Sekretaris Daerah, serta tim dari Yayasan Kalaweit Indonesia.

Ketua Yayasan Kalaweit Indonesia Barito Utara, Chanee Kalaweit, menyampaikan apresiasi mendalam. Apresiasi ini ditujukan atas kehadiran dan dukungan Menteri LHK terhadap upaya perlindungan owa di daerah tersebut. Dukungan ini sangat membantu dalam menjalankan program konservasi.

"Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama erat dengan pemerintah dan masyarakat setempat untuk melindungi dan melestarikan owa beserta habitat alaminya," ujar Chanee Kalaweit. Komitmen ini menunjukkan dedikasi yayasan. Mereka bertekad menjaga kelestarian primata endemik ini.

Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, juga menyambut baik kunjungan ini. Ia menekankan kekayaan alam daerahnya yang melimpah. "Barito Utara memiliki kekayaan alam yang luar biasa, termasuk satwa owa yang merupakan spesies terancam," kata Felix.

Felix menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Kerja sama ini juga melibatkan organisasi lingkungan. Tujuannya adalah untuk menjaga dan melestarikan kekayaan alam Barito Utara.

Puncak kegiatan kunjungan ini adalah penandatanganan prasasti peresmian Pusat Suaka Owa. Ini menjadi simbol pengukuhan Barito Utara sebagai rumah bagi konservasi satwa primata tersebut. Langkah ini diharapkan memperkuat status Barito Utara sebagai pusat perlindungan owa.

Menteri Kehutanan juga memimpin tracking menyusuri kandang-kandang rehabilitasi. Ia melakukan peninjauan langsung ke fasilitas yang ada. Interaksi dengan tim konservasi Yayasan Kalaweit Indonesia juga dilakukan.

Diharapkan, kunjungan Menteri Kehutanan ini menjadi momentum penting. Momentum ini dapat meningkatkan kesadaran publik secara luas. Urgensi perlindungan lingkungan dan praktik pengelolaan hutan berkelanjutan di Barito Utara menjadi lebih dikenal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi