Mengejutkan! Turki Soroti 500 Tahun Sejarah Hubungan Turki Indonesia, Jauh Sebelum Diplomatik Resmi
Duta Besar Turki mengungkapkan fakta mengejutkan: Hubungan Turki Indonesia telah terjalin selama 500 tahun, jauh melampaui usia diplomatik resmi. Simak selengkapnya!
Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Kucukcan, baru-baru ini menegaskan bahwa ikatan antara masyarakat Turki dan Indonesia telah membentang hampir lima abad. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kajian berjudul “Sejarah Dokumenter Hubungan Turki-Indonesia: 1950–2025” yang diperoleh ANTARA di Jakarta pada Sabtu (13/12).
Penegasan ini menjadi sorotan penting mengingat kedua negara tengah merayakan 75 tahun hubungan diplomatik resmi mereka. Kucukcan menekankan bahwa meskipun hubungan diplomatik baru terjalin pada 1950, fondasi interaksi kedua bangsa sudah ada jauh sebelumnya.
Fakta historis ini menunjukkan kedalaman dan kekayaan sejarah yang melandasi hubungan bilateral modern antara Turki dan Indonesia. Hal ini juga menyoroti pentingnya memahami akar sejarah untuk memperkuat kemitraan strategis di masa depan.
Akar Sejarah Hubungan Turki Indonesia: Abad ke-16 hingga Konsulat Utsmaniyah
Menurut Duta Besar Kucukcan, hubungan historis antara Turki dan Indonesia dapat ditelusuri kembali hingga abad ke-16, berdasarkan arsip Kesultanan Utsmaniyah. Catatan ini menunjukkan interaksi yang signifikan, termasuk ketika Kesultanan Aceh meminta dukungan dari Kesultanan Utsmaniyah.
Dukungan tersebut dibutuhkan untuk menghadapi tekanan Portugis yang saat itu gencar di kawasan Nusantara. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan Turki Indonesia memiliki akar yang sangat dalam dan strategis.
Selain itu, Kucukcan juga menyoroti keberadaan Konsulat Jenderal Utsmaniyah di Batavia pada periode 1881–1882. Awalnya, Kesultanan Utsmaniyah menunjuk seorang Konsul Kehormatan, sebelum kemudian mengangkat Konsul Jenderal yang beroperasi hingga tahun 1923.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah ini, Kucukcan menyatakan, “Berkat usaha Kedutaan kami, sebuah plakat marmer telah diletakkan di depan museum untuk mengenang gedung tersebut, yang dahulu digunakan sebagai Konsulat Kehormatan Utsmaniyah.”
Penguatan Diplomatik dan Kemitraan Strategis
Secara resmi, Turki mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949, menyusul pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hubungan diplomatik antara kedua negara kemudian terjalin pada tahun 1950, dengan Turki membuka Kedutaan Besar di Jakarta pada 10 April 1957.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Turki Indonesia telah menunjukkan penguatan yang signifikan di berbagai sektor. Kemitraan strategis kedua negara ditegaskan melalui penandatanganan deklarasi penting pada tahun 2011, berjudul "Turki-Indonesia: Penguatan Kemitraan di Tatanan Dunia Baru".
Penguatan kerja sama ini terus berlanjut, puncaknya saat kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Bali dalam rangka KTT G20. Kunjungan tersebut ditandai dengan pembentukan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi Turki-Indonesia pada 14 November 2022.
Pertemuan perdana dewan tersebut dijadwalkan akan digelar di Bogor pada 12 Februari 2025, bertepatan dengan kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia. Kedua negara juga aktif menjalin kerja sama di berbagai forum internasional, termasuk G20, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), MIKTA, D8, dan PBB.
Prospek Cerah Kolaborasi Bilateral
Duta Besar Kucukcan menegaskan bahwa hubungan Turki dan Indonesia terus menguat di berbagai bidang. "Hubungan politik, ekonomi, perdagangan, militer, pendidikan, dan budaya antara Turki dan Indonesia terus menguat," ujarnya.
Kolaborasi industri pertahanan, investasi bersama, dan volume perdagangan antara kedua negara menunjukkan peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Ini mencerminkan komitmen kuat kedua belah pihak untuk memperdalam kemitraan bilateral.
Penguatan ini tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi dan politik, tetapi juga merambah sektor pendidikan dan budaya. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Turki Indonesia memiliki prospek yang sangat cerah untuk masa depan.
Sumber: AntaraNews