Indonesia Tegaskan Dukungan Penuh untuk Turkiye Jadi Mitra Dialog Penuh ASEAN
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan kembali dukungan Indonesia untuk Turkiye di ASEAN sebagai mitra dialog penuh, membuka jalan bagi peningkatan kerja sama regional dan global yang lebih erat.
Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri Sugiono, secara resmi menyatakan dukungan penuhnya bagi Turkiye untuk menjadi mitra dialog penuh ASEAN. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan 2+2 antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia-Turkiye di Ankara pada Jumat (9/1). Langkah ini bertujuan mempererat keterlibatan Turkiye di kawasan Asia Tenggara.
Dukungan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara serta hubungan Turkiye dengan ASEAN. Turkiye sendiri telah menjadi mitra dialog sektoral ASEAN sejak tahun 2017. Peningkatan status ini diharapkan membawa manfaat signifikan bagi kedua belah pihak.
Pertemuan penting tersebut juga membahas isu-isu regional dan posisi diplomatik kedua negara di forum internasional. Pembahasan mencakup Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan ASEAN. Indonesia dan Turkiye memiliki visi yang sama sebagai negara Global South.
Memperkuat Keterlibatan Turkiye di Asia Tenggara
Menteri Luar Negeri Sugiono menyambut baik aspirasi Turkiye untuk menjadi mitra dialog penuh ASEAN. Indonesia siap memberikan dukungan penuh dalam proses ini. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara ASEAN dan Turkiye.
Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, menyatakan bahwa Turkiye memiliki visi holistik. Visi ini untuk memperkuat hubungan dengan kawasan Asia-Pasifik, termasuk negara-negara ASEAN. Turkiye melihat Indonesia sebagai mitra kunci dalam mencapai tujuan nasional bersama.
Keterlibatan Turkiye di Asia Tenggara semakin nyata. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim baru-baru ini. Kunjungan tersebut menjadi indikasi kuat komitmen Turkiye terhadap kawasan ini.
Visi Bersama sebagai Negara Global South
Dalam dialog 2+2, delegasi kedua negara bertukar pandangan tentang perkembangan regional. Mereka juga membahas posisi diplomatik masing-masing di berbagai forum internasional. Forum tersebut termasuk PBB, OKI, dan ASEAN.
Sebagai sesama negara Global South, Indonesia dan Turkiye berbagi prioritas. Prioritas utama adalah mewujudkan sistem ekonomi global yang adil. Fokus khusus diberikan pada penguatan kerja sama antarnegara Islam.
Turkiye secara resmi menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan status. Mereka ingin menjadi mitra dialog penuh selama pertemuan 2+2 tersebut. Apresiasi tinggi diberikan kepada Indonesia atas respons positif yang diberikan.
Sejarah Kemitraan Turkiye dan ASEAN
Turkiye telah memiliki hubungan dengan ASEAN sejak lama. Mereka telah menjadi mitra dialog sektoral ASEAN. Status ini secara resmi diakui pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-50 di Manila. Pengakuan tersebut terjadi pada Agustus 2017.
Peningkatan status menjadi mitra dialog penuh akan membuka lebih banyak peluang. Ini termasuk kerja sama di berbagai sektor. Sektor-sektor tersebut meliputi ekonomi, politik, dan sosial budaya. Langkah ini diharapkan memperkaya dinamika regional.
Dengan dukungan Indonesia, jalan bagi Turkiye menuju status mitra dialog penuh semakin terbuka lebar. Hal ini menunjukkan kepercayaan ASEAN terhadap peran Turkiye. Ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar kawasan.
Sumber: AntaraNews